Kamis, 31 Mei 2018

MERAIH SYAFA'AT DENGAN PUASA DAN MEMBACA AL-QUR'AN


 Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُولُ الصِّيَامُ: أَيْ رَبِّ، مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ، وَيَقُولُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ، قَالَ: فَيُشَفَّعَانِ

 “Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat.

Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya.

Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.”

 [HR. Ahmad dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu’anhuma]

LailatulQadar

#LailatulQadar .
🔊 Allah عَزَّ وَجَلَّ Merahasiakan Malam Lailatul Qadar Dan Hanya Memberikan Sedikit Info yaitu pada 10 Terakhir.
.
🔊 Namun ada Para Ulama yang Membuat Methode Selama Puluhan Tahun Mereka Menghitung Diantaranya Hujjatul Islam (Penghafal 400.000 Hadist) 👤 Imam Ghazali رٙحِمٙهُ اللهُ.
.
1.) Jika hari pertama jatuh pada malam Ahad(minggu) atau Rabu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 29 Ramadhan.
_____
2.) Jika malam pertama jatuh pada malam Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 21 Ramadhan.
_____
3.) Jika malam pertama jatuh pada malam Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan.
_____
4.) Jika malam pertama jatuh pada malam Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 23 Ramadhan.
_____
5.) Jika malam pertama jatuh pada malam Selasa atau Jumat maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 27 Ramadhan.
______
📚 Kitab Ihya Ulumuddin Dari 👤 Hujjatul Islam Imam Al Ghazali رٙحِمٙهُ اللهُ Di Naqal Oleh 👤 Allamah Samahatus Syaikh Sulaiman al Kurdi رٙحِمٙهُ اللهُ Dalam Hasyiyahnya

HEBATNYA GURU NGAJI

Guru Ngaji mah adem ayem aza,
ketika buruh ribut demo, guru ngaji tetap diam.

Ketika guru ASN dapat ini itu, Guru ngaji tetap diam.

Ketika guru honorer ribut krn tak dapat THR,GURU NGAJI tetap DIEM.

Ketika Guru Honorer bikin surat terbuka untuk Presiden, Guru Ngaji tetap diam dan Istiqomah tetap mengajar anak didiknya....!!!

Ternyata GURU NGAJI DIAM bukan tidak ingin demo seperti buruh, yang meminta kenaikan upah, padahal demonya pun pake Motor bahkan mobil pribadi, begitu pula ketika Guru ASN mendapatkan ini itu dari Pemerintah dan Guru Honorer bikin surat terbuka untuk Presiden, Guru ngaji pun sama ingin ini itu dan juga ingin dapat THR seperti yang diharapkan Guru Honorer.....!!!

Tapi Guru ngaji sadar dan menyadarinya, bahwa RIZKI sudah Allah yang ngatur. Dan Guru Ngaji pun sadar dan menyadarinya bahwa bukan besar kecilnya NOMINAL yang membuat hidup bahagia, tapi rasa SYUKUR yang akan menjadikan hati diberikan KEBAHAGIAN...!!

Karna niat dan tujuan guru ngaji adalah ibadah,menyebarkan ilmu dan ikhtiyar mencerdaskan  anak bangsa agar mempunyai moral dan ahlaqul karimah serta taat beribadah kepada Robbnya.

Guru ngaji pun sadar dan menyadari, berkeluh kesah pada manusia meski dengan surat terbuka, hanya akan menyisakan putus asa dan rasa kecewa, maka bagi GURU NGAJI lebih baik tiap malam mengadu pada yg MAHA MENERIMA KELUH KESAH TANPA PILIH KASIH, YANG TIDAK PERNAH MEMBUAT KECEWA PADA MAKHLUKNYA...!!

OOHH GURU NGAJI, ENGKAULAH SALAHSATU TAULADANKU DI PENGHUJUNG ZAMAN ....!!

Guru Madin,TPQ,MAJLIS TA'LIM Gak dapat honor atau gaji dari pemerintah tapi yo ora geger,biasa saja. 😂😂😂

Itulah bedanya kita dengan mereka,dan memang harus ada bedanya.

Santri iku:

الذين يرجون من الله ما لا يرجو غيرهم. 🙏🙏🙏

#GURU_NGAJI_KEREN

Qunut Pada Malam 16 Ramadhon


Fathul wahab bab shalat sunnah :

.وان الجماعة تنذب فى الوترتقب التراويح جماعة وتقدم فى صفةالصلاةانه يسن فيه القنوت في النصف الثاني من رمضان

Disunnah kan berjama'ah dalam salat witir bulan ramadan dan juga di sunnah kan berqunut pada separoh kedua bulan ramadan dalam salat witir.
----------

 الوسيط (2/ 213)
الخامس القنوت مستحب في الوتر في النصف الأخير من رمضان بعد رفع الرأس من الركوع وقال أبو حنيفة يقنت قبل الركوع في الوتر جميع السنة وقال مالك بعد الركوع في جميع شهر رمضان وفي الجهر بالقنوت خلاف

Yang ke 5 qunut disunnahkan pada sholat witir diseparoh akhir dari bulan romadlon setelah mengangkat kepala dari rukuk, abu hanifah berpendapat sunnah melakukan qunut sebelum melakukan rukuk pada sholat witir dalam semua tahun, imam malik berpendapat qunut setelah rukuk pada sholat witir hukumnya sunnah dibulan romadlon secara keseluruhan, adapun tentang hukum membaca nyaring pada qunut terjadi perbedaan pendapat.
--------------


Al Adzkar An Nawawiyah menguraikan sbb :

ويستحبُّ القنوت عندنا في النصف الأخير من شهر رمضان في الركعة الأخيرة من الوتر، ولنا وجه أن يقنت فيها في جميع شهر رمضان، ووجه ثالث في جميع السنة وهو مذهبُ أبي حنيفة، والمعروف من مذهبنا هو الأوّل، واللّه أعلم

Disunnahkan berqunut dalam pandangan kami (Syafi’iyyah) :

(1.)  boleh dilakukan pada separuh akhir bulan Ramadhan pada raka’at terakhir dari shalat witir, dan

(2.) ada juga dikalangan kami ( syaafi'iyyah ) suatu pendapat  yang memperkenankan berqunut di sepanjang  bulan Ramadhan, Dan  pendapat yang ketiga

(3) menyatakan bahwa  berqunut hendaknya dilakukan  pada seluruh shalat sunnah dan (berQunut di semua sholat sunnah ) ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah.

Dan yang bagus (ma’ruf) dari madzhab kami (Syafi’iyyah) adalah yang pertama ( berQunut di pertengahan ramadhan saja di rokaat penutup witir ).

Wallahu A’lam
*******************

Keutamaan Terawih Malam ke -16



وفى الليلة السادسة عشرة كتب الله له براءة النجاة من النار وبراءة الدخول من الجنة

Pada Malam yang ke : 16

Allah Swt akan mencatat kebebasan selamat dari Neraka dan kebebasan masuk Surga bagi yang Tarawih.
-----

16. Keutamaan hari ke-16 puasa ramadhan, Allah SWT akan memberi kalian pada hari kalian dibangkitkan dari kubur enam puluh pakaian untuk kalian pakai, enam puluh onta untuk kalian kendarai, dan Allah swt mengirimkan awan untuk menaungi kalian dari sengatan panas hari itu.

KETIKA SAYYIDINA UMAR BIN KHATTAB رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ KETINGGALAN SHALAT JAMAAH

Sayyidina Umar bin Khattab رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ suatu hari pergi ke kebun kurma miliknya.
Ketika pulang Beliau رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ mendapati sejumlah orang telah
rampung menunaikan sembahyang Ashar.

Sontak mulut Sayyidina Umar رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ berucap,
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, aku ketinggalan shalat jamaah!"

Khalifah kedua ini kecewa bukan main lantaran tak sempat menunaikan
shalat jamaah bersama mereka.
Sebagai pelunasan atas rasa bersalahnya ini,
Beliau رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ pun melontarkan sebuah pengumuman di hadapan mereka.

"Saksikanlah, mulai sekarang aku sedekahkan kebunku untuk orang-orang miskin,"
 ujar pemimpin berjuluk "al-Faruq" ini.
Sayyidina Umar رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ merelakan kebun lepas dari kepemilikannya,
sebagai kafarat atas keterlambatannya melaksanakan shalat jamaah.

Sebenarnya, tak ada kewajiban bagi umat Islam untuk menghibahkan
kekayaan sebesar itu 'hanya' gara-gara telat shalat jamaah.
Tapi Umar رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ melakukan hal itu lantaran kecintaannya yang
mendalam terhadap aktivitas ibadah.

Sikap Sayyidina Umar رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ tersebut secara tersirat juga
mencerminkan kezuhudan dalam dirinya.
Lebih dari sekadar ketertarikan atas pahala berlipat dari sembahyang jamaah,
'keputusan ekstremnya' itu menjadi penanda bahwa hatinya
tak begitu terikat dengan kemewahan harta benda.

Hibah kebun kurma kepada kaum miskin, bagi Sayyidina Umar رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ, adalah setimpal
atau bahkan terlalu kecil untuk sebuah 'keteledoran' yang membuatnya telat shalat jamaah.


Sumber :
Kitab Anîsul Mu'minîn, Karya Shafuk Sa'dullah al-Mukhtar.
(Diriwayatkan 'Abdullah bin Umar رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ)

DO'A UNTUK SANTRI DAN JAMAAH معهد بيت الإصلاح

=============================

Ya Allah ya Allah pertemukan kita semua kelak ya Allah, pertemukan kita semua kelak ya Allah, pertemukan ya Allah jangan hanya di dunia saja ya Allah, buat apa, hanya untuk di dunia ya Allah buat apa, hanya sekejap.

Ya Allah mungkin mereka pulang Kau ambil ya Allah, atau mungkin sesudah ini saya yang Kau panggil ya Allah, bukan ini tujuan kita ya Allah, tujuan kita ingin besok bisa ketemu bisa ngumpul, bisa saling menolong, bisa saling memberi syafa'at ya Allah dan ingin bersama-sama masuk syurga-Mu ya Allah, dengan para guru-guru dengan kedua orang tua lebih-lebih dengan Rasulullah.

Ya Allah, ya Allah, ya Allah jangan Engkau lihat siapa kami, dan bagaimana keadaan kami dulu-dulu ya Allah lihat, lihat, lihat ya Allah saat ini ya Allah saat ini ya Allah, kami punya niat yang baik, punya tujuan yang mulia

Ya Allah, walaupun kita bagaimana bodohnya, bagaimana banyak dosanya, bagaimana hinanya diri kami di hadapan-Mu ya Allah, tapi lihat hati kami saat ini ya Allah tujuan kami ya Allah hanya mengharap pengampunan-Mu ya Allah hanya mengharap rahmat-Mu ya Allah...

Aamin ya Allah !

MENGENANG WAFATNYA AS SAYYID MUHAMMAD ALWI AL MALIKI

15 Romadhon 1425
15 Romadhon 1439

Kumpulan Nasehat as Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki

1. Senjata / Bekal Seorang Santri Adalah Buku dan Bolpen [Pena]

2. Tasbih Tidak Pernah Lepas Dari Saku Baju Atau Tasku

3. Orang Yang Melakukan Bid'ah Dikhawatirkan Mati Dalam Keadaan Su'ul Khotimah [Tidak Terpuji]

4. Seharusnya Seorang Santri Mempunyai Bacaan Wirid Untuk Menjaga Dirinya Dari Kesesatan

5. Sedikit Tapi Mantap Itu Lebih Baik Daripada Banyak Tapi Ngawur

6. Seseorang Yang Memiliki Cakrawala Keilmuan Yang Luas, Ia Tidak Akan Protes Terhadap Orang Lain

7. Ilmu Tidak Akan Berkumpul Dengan Sifat Sombong Di Dalam Satu Dada

8. Barang Siapa Yang Merasa Sudah Sampai, Berarti Ia Telah Merusak Permulaannya

9. Bersungguh-sungguhlah Dalam Berkhidmah Kepada Pemuka Agama

10. Sebaik-baiknya Perbuatan Adalah Memenuhi Kebutuhan Orang Lain

11. Tidak Layak Seorang Yang Berakal Bertanya "Mengapa Kalian Memperingati Maulid?", Karena Seolah-olah Ia Bertanya, "Mengapa Kalian Bergembira dengan Adanya Nabi?"

12. Kebanyakan Urusanku Telah Terprogramdan Terencana Dengan Rapi, Tetapi Aku Tidak Mau Diatur Oleh Program Itu

13. Masyarakat Jawa [Indonesia] Adalah Masyarakat Yang Berakhlak Baik dan Pemurah

14. Sifat Zuhud Bukan Terletak Pada PakaianDan Penampilan, Tetapi Terletak Di Sini [Yakni Hati]

15. Keistimewaan Tidak Memberikan Arti Keutamaan

16. Waspada Terhadap Pemikiran Jumud [Kaku] Dari Madzhab-madzhab Perusak

17. Aku Marah Terhadap Murid Yang Tidak Sopan Ketika Membaca Wirid, Lebih-lebih Ketika Membaca Al-Quran

18. Menjadi Seorang Guru Bukan Dengan Warisan, Akan Tetapi Dengan Belajar Dan Menuntut Ilmu

19. Kunci Segala Rahasia Bersumber Pada Bacaan Shalawat Kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam

20.Seharusnya Seorang Santri Banyak Beribadah Untuk Menjaganya Dari Maksiat Dan Menguatkan Hafalannya

21. Jadikanlah Shalawat Kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Senantiasa Berada Di Antara Kamu dan Munajatmu

22. Karena Satu Orang Maka Seribu Orang Dimuliakan

23. Dalam Perjalananku, Aku Selalu Membawa Kitab, Demi Mengikuti Jejak Ayahanda

24. Jangan Ikut Campur Dalam Urusan Politik, Engkau Lebih Mengerti Situasi Daerahmu

25. Amar Ma'ruf Nahi Mungkar Harus Dilakukan Dengan Sikap Bijak, Lembut Dan Bertahap

26. Kehidupan Yang Indah Adalah Jika Bisa Membantu Seseorang Dalam Beribadah Dan Melakukan Ketaatan

27. Aku Tidak Pernah Bosan Untuk Menyebarkan Ilmu, Walaupun Kepada Satu Orang

28. Orang Yang Tidak Bisa Memanfaatkan Kemuliaan Waktu Dan Tempat, SungguhIa Amat Merugi

29. Akhlak Lebih Didahulukan Daripada Ilmu

30. Kalian Harus Melanggengkan Bacaan Wirid, Sebab Wirid Dapat Menjadi tameng dan Perisai Diri

31. Kebiasaan Orang Mulia, Adalah Semulia-mulianya Kebiasaan

32. Siapa Saja Yang Memiliki Kitab Wiridku, Berarti Ia Telah Mendapatkan Ijazah. Ijazah Ini Bukan Dariku, tetapi Langsung Dari Para Pengarang Wirid-wirid tersebut

33. Surga Itu Tudak Gratis, Belilah Surga Itu Dengan Hartamu, Amalmu, Dan Dengan Tenagamu

34. Sesuatu Yang Tidak Kamu Ketahui, Maka Jangan Sekali-kali Kamu Menyentuhnya [mengerjakannya]

35. Ilmu Mudah Didapatkan, Tetapi Melayani [Khidmah] Kepada Ulama Susah Didapatkan.

Keutamaan Terawih Malam ke-15


وفى الليلة الخامسة عشرة تصلى عليه الملائكة وحملة العرش والكرسى

Pada Malam yang ke : 15

Para Malaikat dan para Malaikat penyangga Arasy dan para Malaikat penjaga Kursi Kerajaan Langit pada memintakan ampunan pada orang yang Shalat Tarawih.
...

15. Keutamaan hari ke-15 puasa ramadhan, Allah SWT menunaikan untuk kalian hajat-hajat dunia dan akhirat, memberi kalian apa yang diberikan kepada Nabi Ayyub; para malaikat pemikul Arasy memohonkan ampunan untuk kalian, dan pada hari kiamat Allah akan memberi kalian empat puluh cahaya, sepuluh cahaya dari sebelah kanan kalian, sepuluh dari sebelah kiri kalian, sepuluh dari depan kalian, dan sepuluh cahaya dari belakang kalian.

Keutamaan Terawih Malam ke-14

وفى الليلة الرابعة عشر جاءت الملائكة يشهدون له أنه قد صلى التراويح فلا يحاسبه الله يوم القيامة

Di malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.

Dianjurkan Berbuka Dengan Kurma

#Ramadhan Kareem....
#Ramadhan Ke 12

*Kenapa Dianjurkan Berbuka Dengan Kurma*

Karena kurma adalah makanan yang penuh berkah .

Dari Ibnu Umarradhiallahu’anhuma, bahwa NabiShallallahu’alaihi Wasallambersabda:

( إنَّ مِن الشجَرِ لما بَرَكَتُهُ كَبركةِ المسلمِ ) . فَظننتُ أنَّهُ يعني النخلةَ ، فأردتُ أنْ أقول : هي النخلةُ يا رسولَ الله ، ثم التَفتُّ فإذا أنا عاشِرُ عَشَرةٍ أنا أحْدَثهُم فسَكتُّ ، فقال النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم : ( هيَ النَّخلَة )

“Sesungguhnya ada pohon yang daunnya tidak berguguran, dan ia merupakan permisalan seorang muslim. Pohon apa itu?”. Aku (Ibnu Umar) menyangka yang dimaksud adalah pohon kurma. Namun aku enggan “wahai Rasulullah, itu adalah pohon kurma”, maka aku berpaling. Karena aku terlalu muda untuk bicara kepada mereka, jadi aku diam saja. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun memberitahu jawabannya: “Pohon tersebut adalah pohon kurma” (HR. Bukhari 131, Muslim 2811).

Dalam kitab Sifat Shaumin Nabi fii Ramadhan (66) karya Syaikh Ali Al Halabi dan Syaikh Salim Al Hilali dikatakan: “ketahuilah wahai hamba Allah yang taat, bahwa kurma itu memiliki keberkahan-keberkahan yang khusus yang bisa mempengaruhi hati dan membersihkannya. Ini tidak diketahui kecuali oleh orang yang mengikuti sunnah”.

#. Taqiyuddin Al Hushni, penulis kitab Kifayatul Akhyar menukil pendapat Ar Rauyani yang menyatakan demikian:

وَيسْتَحب أَن يفْطر على تمر وَإِلَّا فعلى مَاء للْحَدِيث وَلِأَن الحلو يُقَوي وَالْمَاء يطهر وَقَالَ الرَّوْيَانِيّ إِن لم يجد التَّمْر فعلى حُلْو لِأَن الصَّوْم ينقص الْبَصَر وَالتَّمْر يردهُ فالحلو فِي مَعْنَاهُ

“dianjurkan berbuka dengan kurma atau jika tidak ada maka dengan air, berdasarkan hadits ini. karena yang manis-manis itu menguatkan tubuh dan air itu membersihkan tubuh. Ar Rauyani berkata: ‘kalau tidak ada kurma maka dengan yang manis-manis. karena puasa itu melemahkan pandangan dan kurma itu menguatkannya, dan yang manis-manis itu semakna dengan kurma'” (Kifayatul Akhyar, 200).

#Dan . Ibnu Hajar Al Haitami mengatakan:

“فإن عجز” عن الثلاث “فبتمرة” أو رطبة يحصل له أصل السنة “فإن عجز” عن الرطب والتمر “فالماء” هو الذي يسن الفطر عليه دون غيره خلافًا للروياني حيث قدم عليه الحلو وذلك للخبر الصحيح المذكور

“[jika tidak ada] tiga tamr atau ruthab [maka dengan satu tamr] atau ruthab. Maka dengan ini tercapai pokok sunnah. [Jika tidak ada] ruthab dan tamr [maka dengan air]. Inilah yang disunnahkan dalam berbuka, bukan yang lainnya. Tidak sebagaimana pendapat Ar Rauyani yaitu ia mendahulukan makanan manis. Pendapat ini (didahulukannya kurma dan air) berdasarkan hadits shahih yang telah disebutkan” (Al Minhajul Qawiim, 1/252)

Zainuddin Al Malibari mengatakan:

قال الشيخان: لا شيء أفضل بعد التمر غير الماء فقول الروياني: الحلو أفضل من الماء ضعيف

“Syaikhan (An Nawawi dan Ar Rafi’i) mengatakan: ‘tidak ada yang lebih afdhal dari kurma selain air minum’. Maka pendapat Ar Rauyani bahwa makanan manis itu lebih afdhal dari air adalah pendapat yang lemah” (Fathul Mu’in, 1/274)

Dalam kitab Hasyiah Al Qalyubi Wa ‘Umairah (2/78) juga disebutkan:

قَوْلُهُ: (عَلَى تَمْرٍ) وَالْأَفْضَلُ كَوْنُهُ وَتْرًا وَكَوْنُهُ بِثَلَاثٍ فَأَكْثَرَ وَيُقَدِّمُ عَلَيْهِ الرُّطَبَ وَالْبُسْرَ وَالْعَجْوَةَ وَبَعْدَهُ مَاءُ زَمْزَمَ، ثُمَّ غَيْرُهُ، ثُمَّ الْحَلْوَاءُ بِالْمَدِّ خِلَافًا لِلرُّويَانِيِّ. وَيُقَدِّمُ اللَّبَنَ عَلَى الْعَسَلِ لِأَنَّهُ أَفْضَلُ مِنْهُ

“perkataan As Suyuthi: ‘dengan kurma’, menunjukkan bahwa yang afdhal berbuka dengan tamr yang jumlahnya ganjil, tiga atau lebih, dan yang lebih utama darinya adalah ruthab dan busr dan ajwah. Dan tingkatan setelah tamr adalah air zam-zam, baru yang lainnya, baru kemudian makanan manis sebagai tambahan. Tidak sebagaimana pendapatnya Ar Ruyani. Dan juga susu diutamakan dari pada madu karena susu lebih utama dari madu”.

Wallohua'lam Bishowab.

Serum Pencerah Wajah Terbaik dari Pond's Indonesia

Assalamu'alaikum,, Hallo cantik,, ada yang baru nih dari pond's yaitu Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum dan Triple Glow Se...