Inilah Balasan Orang yang Suka Mengadu Domba
Dengan kemudahan pola komunikasi di sosial media seperti saat ini, tindakan mengadu domba semakin mudah dan sering dilakukan. Berbagai isu dan fitnah bisa tersebar dengan gampang yang bertujuan agar sesama manusia saling bermusuhan.
Adu domba atau namimah merupakan sebuah perbuatan yang sangat tercela karena tujuan daripada adu domba itu ialah menyebarluaskan berita yang tidak benar (fitnah) agar antar individu atau masyarakat muslim tidak saling menyukai satu sama lain dan akhirnya terjadi pertikaian dan peperangan. Dengan kata lain, adu domba merupakan suatu perbuatan rekayasa yang sengaja dilakukan untuk merusak, memfitnah, atau menghancurkan orang lain serta merupakan pemicu terjadinya permusuhan. Hal ini sangat bertentangan dengan syari’at Islam, dimana tujuan bermasyarakat di dalam Islam ialah membangun individu dan masyarakat yang berlandaskan iman dan taqwa serta pribadi yang sholeh yang tersambung dalam jalinan cinta dan kasih sayang serta keramahan antara sesama.
Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman;
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Artinya;
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q. S. Al-Hujurat : 6).
Lantas apa balasan Allah terhadap orang-orang yang suka mengadu domba?
1. Pengadu domba tidak masuk surga
Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu anhuma berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Muslim no. 105)
Senin, 05 Desember 2016
BAGI YANG TAK PERNAH MELIHAT WAJAH RASULULLAH
Bagi kita yang tak pernah tahu bagaimana keindahan rupa Rasulullah Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam cukuplah berkumpul dan menatap para auliya atau ulama yang sholeh,
Karena berkah dari menatap wajah mereka yang pernah bertemu (bermimpi) Rasulullah, sebuah ketenangan hati dan kedamaian jiwa dan membuat keberkahan kehidupan.
Imam Hasan Al Basri berkata:
سأل رجل الحسن البصري فقال يا إمام دلني على عمل يقربني الى الله ويدخلني الجنه . قال احب احد أولياءه عسى الله ان يتطلع إلى قلبه فيجد اسمك مكتوب فيه فيدخلك معه الجنه
Seseorang bertanya kepada Imam Hasan Al Basri:
"wahai Imam hasan katakan amalan apa yang bisa membuat aku dekat dengan Allah dan memudahkan aku masuk ke sorga?
Imam Hasan menjawab "cintailah para auliya (kekasih-kekasih Allah) atau ulama (orang yang dekat dengan Allah) dan berharap ketika Allah menatap hati para kekasihnya itu dan disana tertulis namamu, dan itu akan membuat Allah membiarkan engkau bersama mereka di sorga-Nya"
.
Kini, Tanyakan dihatimu masing-masing,
Siapa yang engkau cintai?
Siapa yang jadi Idolamu?
Siapa yang jadi panutanmu?
*********
Bagi kita yang tak pernah tahu bagaimana keindahan rupa Rasulullah Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam cukuplah berkumpul dan menatap para auliya atau ulama yang sholeh,
Karena berkah dari menatap wajah mereka yang pernah bertemu (bermimpi) Rasulullah, sebuah ketenangan hati dan kedamaian jiwa dan membuat keberkahan kehidupan.
Imam Hasan Al Basri berkata:
سأل رجل الحسن البصري فقال يا إمام دلني على عمل يقربني الى الله ويدخلني الجنه . قال احب احد أولياءه عسى الله ان يتطلع إلى قلبه فيجد اسمك مكتوب فيه فيدخلك معه الجنه
Seseorang bertanya kepada Imam Hasan Al Basri:
"wahai Imam hasan katakan amalan apa yang bisa membuat aku dekat dengan Allah dan memudahkan aku masuk ke sorga?
Imam Hasan menjawab "cintailah para auliya (kekasih-kekasih Allah) atau ulama (orang yang dekat dengan Allah) dan berharap ketika Allah menatap hati para kekasihnya itu dan disana tertulis namamu, dan itu akan membuat Allah membiarkan engkau bersama mereka di sorga-Nya"
.
Kini, Tanyakan dihatimu masing-masing,
Siapa yang engkau cintai?
Siapa yang jadi Idolamu?
Siapa yang jadi panutanmu?
*********
Mempelajari dan Mengajarkan Al-Qur'an
Mempelajari dan Mengajarkan Al-Qur'an
عن عثمانَ بن عفانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ رواه البخاري
Dari Usman bin Affan رضيَ اللَّه عنهُ, katanya: "Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم bersabda:
"Sebaik-baik engkau semua ialah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya pula." (Riwayat Bukhari)
*ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH*
عن عثمانَ بن عفانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ رواه البخاري
Dari Usman bin Affan رضيَ اللَّه عنهُ, katanya: "Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم bersabda:
"Sebaik-baik engkau semua ialah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya pula." (Riwayat Bukhari)
*ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH*
MANFAAT SHOLAT FARDHU LIMA (5) WAKTU
عنْ أَبي هُرَيْرةٍ رضي اللَّه عنْهُ قَال : سمِعْتُ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « أَرأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْراً بِباب أَحَدِكم يغْتَسِلُ مِنْه كُلَّ يَوْمٍ خَمْس مرَّاتٍ ، هلْ يبْقى مِنْ دَرَنِهِ شَيءٌ؟» قالُوا : لا يبْقَى مِنْ درنِهِ شَيْء ، قَال : « فذلكَ مَثَلُ الصَّلَواتِ الخَمْسِ ، يمْحُو اللَّه بهِنَّ الخطَايا » متفقٌ عليه
Dari Abu Hurairah رضي اللَّه عنْهُ, katanya: "Saya mendengar Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم. bersabda:
"Adakah engkau semua mengetahui, andaikata pada pintu seseorang di antara engkau semua itu ada sebuah sungai dan ia mandi di situ sebanyak lima kali dalam sehari, apakah masih ada kotoran sekalipun sedikit yang tertinggal di badannya?"
Para sahabat rnenjawab: "Tidak ada kotoran sedikitpun yang tertinggal di badan nya."
Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Demikian itulah perumpamaan shalat lima (5) waktu, dengan mengerjakan semua itu Allah akan menghapuskan semua kesalahan (dosa)"
*ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH*
عنْ أَبي هُرَيْرةٍ رضي اللَّه عنْهُ قَال : سمِعْتُ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « أَرأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْراً بِباب أَحَدِكم يغْتَسِلُ مِنْه كُلَّ يَوْمٍ خَمْس مرَّاتٍ ، هلْ يبْقى مِنْ دَرَنِهِ شَيءٌ؟» قالُوا : لا يبْقَى مِنْ درنِهِ شَيْء ، قَال : « فذلكَ مَثَلُ الصَّلَواتِ الخَمْسِ ، يمْحُو اللَّه بهِنَّ الخطَايا » متفقٌ عليه
Dari Abu Hurairah رضي اللَّه عنْهُ, katanya: "Saya mendengar Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم. bersabda:
"Adakah engkau semua mengetahui, andaikata pada pintu seseorang di antara engkau semua itu ada sebuah sungai dan ia mandi di situ sebanyak lima kali dalam sehari, apakah masih ada kotoran sekalipun sedikit yang tertinggal di badannya?"
Para sahabat rnenjawab: "Tidak ada kotoran sedikitpun yang tertinggal di badan nya."
Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Demikian itulah perumpamaan shalat lima (5) waktu, dengan mengerjakan semua itu Allah akan menghapuskan semua kesalahan (dosa)"
*ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH*
Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, " Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku ". (Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155)
Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :
عقوق الوالدين تمحوه التوبة وعقوق الاستاذين لا يمحوه شيء البتة
" Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada Gurumu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya ".
Al-Habib Abdullah Bi Alwi AlHaddad mengatakan " Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali ". (Adaab Suluk al Murid : 54)
Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :
عقوق الوالدين تمحوه التوبة وعقوق الاستاذين لا يمحوه شيء البتة
" Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada Gurumu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya ".
Al-Habib Abdullah Bi Alwi AlHaddad mengatakan " Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali ". (Adaab Suluk al Murid : 54)
Pintu Kota Ilmu Rosul Saww. Amirul Mu'minin Al-Imam Ali Bin Abi Thalib As. Menjawab ;
- Wahai Imam, apa makna sabar ?
+ Imam Ali As : Sabar itu ada dua ; sabar atas apa yang kau cintai dan sabar atas apa yang kau benci.
- Wahai Imam, bagaimana cara memutuskan masalah ?
+ Imam Ali As : Lebih baik engkau memilih kekalahan dalam kebenaran, daripada menang dalam kedholiman.
– Wahai Imam, apa hakikat mengabdi (berbakti) ?
+ Imam Ali As : Setiap kali engkau melaksanakan bakti maka kesulitan akan menghadang, Sebab di balik kesulitanlah terletak pengabdian.
– Wahai Imam, apa yang harus aku amalkan hari ini dan esok ?
+ Imam Ali As : Hari ini semua perbuatan tanpa perhitungan dan hari esok (akhirat) hanya ada perhitungan tanpa perbuatan.
– Wahai Imam, bicaralah tentang kenikmatan dan malapetaka.
+ Imam Ali As : Ketahuilah bahwa puncak kenikmatan dunia selalu lebih rendah dibandingkan dengan nikmatnya Surga, dan seluruh malapetaka di dunia adalah suatu kesenangan dibanding Neraka.
– Wahai Imam, apa yang paling mencemaskan hati manusia ?
+ Imam Ali As : Perjalanan yang amat jauh dan cita-cita yang menggunung.
– Wahai Imam, apakah kekayaan yang paling mengagumkan ?
+ Imam Ali As : Apabila engkau tak membutuhkan apa yang berada di tangan orang lain.
- Wahai Imam, dosa apakah yang terbesar ?
+ Imam Ali As : Dosa terbesar adalah dosa yang di remehkan oleh pelakunya.
– Apakah kehinaan yang besar di dunia ini ?
+ Imam Ali As : Seseorang yang selalu mencari kesalahan orang lain, sedangkan dirinya penuh dosa dan kesalahan.
-Wahai Imam, bagaimana agar aku dapat menilai diri manusia ?
+ Imam Ali As : Nilai manusia tersimpan di lidah dan tatapan matanya.
- Wahai Imam, Bagaimana sifat seorang pendusta ?
+ Imam Ali As : Pendusta takut pada bayangan dirinya, meskipun dia dalam keadaan aman.
- Wahai Imam, Apa yang membuat ketuaan ?
+ Imam Ali As : Susah hati sudah setengah ketuaan.
Wallohu a'lam..
- Wahai Imam, apa makna sabar ?
+ Imam Ali As : Sabar itu ada dua ; sabar atas apa yang kau cintai dan sabar atas apa yang kau benci.
- Wahai Imam, bagaimana cara memutuskan masalah ?
+ Imam Ali As : Lebih baik engkau memilih kekalahan dalam kebenaran, daripada menang dalam kedholiman.
– Wahai Imam, apa hakikat mengabdi (berbakti) ?
+ Imam Ali As : Setiap kali engkau melaksanakan bakti maka kesulitan akan menghadang, Sebab di balik kesulitanlah terletak pengabdian.
– Wahai Imam, apa yang harus aku amalkan hari ini dan esok ?
+ Imam Ali As : Hari ini semua perbuatan tanpa perhitungan dan hari esok (akhirat) hanya ada perhitungan tanpa perbuatan.
– Wahai Imam, bicaralah tentang kenikmatan dan malapetaka.
+ Imam Ali As : Ketahuilah bahwa puncak kenikmatan dunia selalu lebih rendah dibandingkan dengan nikmatnya Surga, dan seluruh malapetaka di dunia adalah suatu kesenangan dibanding Neraka.
– Wahai Imam, apa yang paling mencemaskan hati manusia ?
+ Imam Ali As : Perjalanan yang amat jauh dan cita-cita yang menggunung.
– Wahai Imam, apakah kekayaan yang paling mengagumkan ?
+ Imam Ali As : Apabila engkau tak membutuhkan apa yang berada di tangan orang lain.
- Wahai Imam, dosa apakah yang terbesar ?
+ Imam Ali As : Dosa terbesar adalah dosa yang di remehkan oleh pelakunya.
– Apakah kehinaan yang besar di dunia ini ?
+ Imam Ali As : Seseorang yang selalu mencari kesalahan orang lain, sedangkan dirinya penuh dosa dan kesalahan.
-Wahai Imam, bagaimana agar aku dapat menilai diri manusia ?
+ Imam Ali As : Nilai manusia tersimpan di lidah dan tatapan matanya.
- Wahai Imam, Bagaimana sifat seorang pendusta ?
+ Imam Ali As : Pendusta takut pada bayangan dirinya, meskipun dia dalam keadaan aman.
- Wahai Imam, Apa yang membuat ketuaan ?
+ Imam Ali As : Susah hati sudah setengah ketuaan.
Wallohu a'lam..
ingatlah...
Firman Alloh dalam Al-Baqoroh 155-157
( ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات وبشر الصابرين ( 155 ) الذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله وإنا إليه راجعون ( 156 ) أولئك عليهم صلوات من ربهم ورحمة وأولئك هم المهتدون ( 157 ) )
Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan
1. rasa takut,
2. kelaparan,
3. kekurangan harta,
4. kehilangan jiwa (kematian),
5. kekurangan buah-buahan,
Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar, yaitu orang-orang yang ketika tertimpa mushibah mereka mengatakan :
sesungguhnya kami milik Alloh dan sesungguhnya kami hanya kembali kepadaNya, mereka adalah orang-orang yang memperoleh pengampunan dan kasih sayang dari tuhannya dan mereka adalah golongan yang mendapat petunjuk
———————————————————————
Firman Alloh dalam Al-Baqoroh 155-157
( ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات وبشر الصابرين ( 155 ) الذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله وإنا إليه راجعون ( 156 ) أولئك عليهم صلوات من ربهم ورحمة وأولئك هم المهتدون ( 157 ) )
Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan
1. rasa takut,
2. kelaparan,
3. kekurangan harta,
4. kehilangan jiwa (kematian),
5. kekurangan buah-buahan,
Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar, yaitu orang-orang yang ketika tertimpa mushibah mereka mengatakan :
sesungguhnya kami milik Alloh dan sesungguhnya kami hanya kembali kepadaNya, mereka adalah orang-orang yang memperoleh pengampunan dan kasih sayang dari tuhannya dan mereka adalah golongan yang mendapat petunjuk
———————————————————————
Taqwa, Tawakkal dan Dzikrul maut
ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺑِﺘَﻘْﻮَﻯ ﺍﻟﻠﻪِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺖَ ﻏَﺎﻓِﻼً # ﻳَﺄْﺗِﻴْﻚَ ﺑِﺎﻟْﺄَﺭْﺯَﺍﻕِ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻻَﺗَﺪْﺭِﻱْ
Bertakwalah kepada Allah jika kamu lalai
Niscaya dia memberimu rezeki dari jalan yang tidak kamu ketahui
ﻓَﻜَﻴْﻒَ ﺗَﺨَﺎﻑُ ﺍﻟْﻔَﻘْﺮَ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﺭَﺍﺯِﻗًﺎ # ﻓَﻘَﺪْ ﺭَﺯَﻕَ ﺍﻟﻄَّﻴْﺮَ ﻭَﺍﻟْﺤُﻮْﺕَ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ
Bagaimana kamu takut kefakiran padahal Allah pemberi
rezeki
Dia memberi rezeki kepada burung dan ikan di laut bahari
ﻭَﻣَﻦْ ﻇَﻦَّ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﺮِّﺯْﻕَ ﻳَﺄْﺗِﻲْ ﺑِﻘُﻮَّﺓٍ # ﻣَﺎ ﺃَﻛَﻞَ ﺍﻟْﻌُﺼْﻔُﻮْﺭُ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻨَّﺴْﺮِ
Barangsiapa menyangka bahwa kekuatan mendatangkan
rezeki
Tentu burung pipit kalah dengan burung elang tidak mendapat
rezeki
ﺗَﺰُﻭْﻝُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻻَ ﺗَﺪْﺭِﻱْ # ﺇِﺫَﺍ ﺟَﻦَّ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞُ ﻫَﻞْ ﺗَﻌِﻴْﺶُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻔﺠﺮ
Kamu pasti akan meninggalkan dunia dan kamu tidak mengetahui
Apabila malam tiba apakah kamu akan tetap hidup sampai
besok pagi
ﻓَﻜَﻢْ ﻣِﻦْ ﺻَﺤِﻴْﺢٍ ﻣَﺎﺕَ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﻋِﻠَّﺔٍ # ﻭَﻛَﻢْ ﻣِﻦْ ﺳَﻘِﻴْﻢٍ ﻋَﺎﺵَ ﺣِﻴْﻨًﺎ ﻣِﻦَ
ﺍﻟﺪَّﻫْﺮِ
Berapa banyak orang sehat yang meninggal tanpa sakit lagi
Berapa banyak orang sakit yang tetap hidup bertahun-tahun lagi
ﻭَﻛَﻢْ ﻣِﻦْ ﻓَﺘًﻰ ﺃَﻣْﺴَﻰ ﻭَﺃَﺻْﺒَﺢَ ﺿَﺎﺣِﻜًﺎ # ﻭَﺃَﻛْﻔَﺎﻧُﻪُ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﺗُﻨْﺴَﺞُ ﻭَﻫْﻮَ ﻻَ
ﻳَﺪْﺭِﻱْ
Berapa banyak anak muda yang tertawa-tawa ketika sore dan pagi
Padahal kain kafannya sedang dijahit sedang dia tidak menyadari
ﻓَﻤَﻦْ ﻋَﺎﺵَ ﺃَﻟْﻔًﺎ ﻭَﺃَﻟْﻔَﻴْﻦِ # ﻓَﻼَ ﺑُﺪَّ ﻣِﻦْ ﻳَﻮْﻡٍ ﻳَﺴِﻴْﺮُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ
Barangsiapa dapat hidup seribu atau dua ribu tahun lagi
Ia akan mesti akan mendatangi kubur dan itu sudah pasti
{Syair Imam Syafi'i}
Wallohu a'lam bis shawab
ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺑِﺘَﻘْﻮَﻯ ﺍﻟﻠﻪِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺖَ ﻏَﺎﻓِﻼً # ﻳَﺄْﺗِﻴْﻚَ ﺑِﺎﻟْﺄَﺭْﺯَﺍﻕِ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻻَﺗَﺪْﺭِﻱْ
Bertakwalah kepada Allah jika kamu lalai
Niscaya dia memberimu rezeki dari jalan yang tidak kamu ketahui
ﻓَﻜَﻴْﻒَ ﺗَﺨَﺎﻑُ ﺍﻟْﻔَﻘْﺮَ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﺭَﺍﺯِﻗًﺎ # ﻓَﻘَﺪْ ﺭَﺯَﻕَ ﺍﻟﻄَّﻴْﺮَ ﻭَﺍﻟْﺤُﻮْﺕَ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ
Bagaimana kamu takut kefakiran padahal Allah pemberi
rezeki
Dia memberi rezeki kepada burung dan ikan di laut bahari
ﻭَﻣَﻦْ ﻇَﻦَّ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﺮِّﺯْﻕَ ﻳَﺄْﺗِﻲْ ﺑِﻘُﻮَّﺓٍ # ﻣَﺎ ﺃَﻛَﻞَ ﺍﻟْﻌُﺼْﻔُﻮْﺭُ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻨَّﺴْﺮِ
Barangsiapa menyangka bahwa kekuatan mendatangkan
rezeki
Tentu burung pipit kalah dengan burung elang tidak mendapat
rezeki
ﺗَﺰُﻭْﻝُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻻَ ﺗَﺪْﺭِﻱْ # ﺇِﺫَﺍ ﺟَﻦَّ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞُ ﻫَﻞْ ﺗَﻌِﻴْﺶُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻔﺠﺮ
Kamu pasti akan meninggalkan dunia dan kamu tidak mengetahui
Apabila malam tiba apakah kamu akan tetap hidup sampai
besok pagi
ﻓَﻜَﻢْ ﻣِﻦْ ﺻَﺤِﻴْﺢٍ ﻣَﺎﺕَ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﻋِﻠَّﺔٍ # ﻭَﻛَﻢْ ﻣِﻦْ ﺳَﻘِﻴْﻢٍ ﻋَﺎﺵَ ﺣِﻴْﻨًﺎ ﻣِﻦَ
ﺍﻟﺪَّﻫْﺮِ
Berapa banyak orang sehat yang meninggal tanpa sakit lagi
Berapa banyak orang sakit yang tetap hidup bertahun-tahun lagi
ﻭَﻛَﻢْ ﻣِﻦْ ﻓَﺘًﻰ ﺃَﻣْﺴَﻰ ﻭَﺃَﺻْﺒَﺢَ ﺿَﺎﺣِﻜًﺎ # ﻭَﺃَﻛْﻔَﺎﻧُﻪُ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﺗُﻨْﺴَﺞُ ﻭَﻫْﻮَ ﻻَ
ﻳَﺪْﺭِﻱْ
Berapa banyak anak muda yang tertawa-tawa ketika sore dan pagi
Padahal kain kafannya sedang dijahit sedang dia tidak menyadari
ﻓَﻤَﻦْ ﻋَﺎﺵَ ﺃَﻟْﻔًﺎ ﻭَﺃَﻟْﻔَﻴْﻦِ # ﻓَﻼَ ﺑُﺪَّ ﻣِﻦْ ﻳَﻮْﻡٍ ﻳَﺴِﻴْﺮُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ
Barangsiapa dapat hidup seribu atau dua ribu tahun lagi
Ia akan mesti akan mendatangi kubur dan itu sudah pasti
{Syair Imam Syafi'i}
Wallohu a'lam bis shawab
Hisaban Pertama di Akhirat
عن أَبي هُريْرةَ رضي اللَّه عنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «إِنَّ أَوَّل ما يُحاسبُ بِهِ العبْدُ يَوْم القِيامةِ منْ عَملِهِ صلاتُهُ ، فَإِنْ صَلُحت ، فَقَدْ أَفَلحَ وَأَنجح ، وإن فَسدتْ ، فَقَدْ خَابَ وخَسِر ، فَإِنِ انْتقَص مِنْ فِريضتِهِ شَيْئاً ، قال الرَّبُّ ، عَزَّ وجلَّ : انظُروا هَلْ لِعَبْدِي منْ تَطَوُّع ، فَيُكَمَّلُ بها ما انْتَقَص مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تكونُ سَائِرُ أَعمالِهِ عَلى هذا » رواه الترمذي
Dari Abu Hurairah رضي اللَّه عنهُ berkata : "Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم. bersabda yang maksudnya :
"Sesungguhnya pertama-tama amalan yang seseorang itu dihisab dengannya ialah shalatnya, maka jikalau baik shalatnya itu, sungguh-sungguh berbahagialah dan beruntunglah ia dan jikalau rusak , sungguh-sungguh menyesal dan merugilah ia. jikalau seseorang itu ada kekurangan dari sesuatu amalan wajibnya, maka Tuhan Azzawajalla berfirman:
"Periksalah olehmu semua - hai malaikat, apakah hambaKu itu mempunyai amalan yang sunnah." Maka dengan amalan yang sunnah itulah ditutupnya kekurangan amalan wajibnya, kemudian cara memperhitungkan amalan-amalan lainnya itupun seperti cara memperhitungkan amalan shalat ini."
Diriwayatkan oleh Imam Turmudzi
*ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH*
عن أَبي هُريْرةَ رضي اللَّه عنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «إِنَّ أَوَّل ما يُحاسبُ بِهِ العبْدُ يَوْم القِيامةِ منْ عَملِهِ صلاتُهُ ، فَإِنْ صَلُحت ، فَقَدْ أَفَلحَ وَأَنجح ، وإن فَسدتْ ، فَقَدْ خَابَ وخَسِر ، فَإِنِ انْتقَص مِنْ فِريضتِهِ شَيْئاً ، قال الرَّبُّ ، عَزَّ وجلَّ : انظُروا هَلْ لِعَبْدِي منْ تَطَوُّع ، فَيُكَمَّلُ بها ما انْتَقَص مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تكونُ سَائِرُ أَعمالِهِ عَلى هذا » رواه الترمذي
Dari Abu Hurairah رضي اللَّه عنهُ berkata : "Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم. bersabda yang maksudnya :
"Sesungguhnya pertama-tama amalan yang seseorang itu dihisab dengannya ialah shalatnya, maka jikalau baik shalatnya itu, sungguh-sungguh berbahagialah dan beruntunglah ia dan jikalau rusak , sungguh-sungguh menyesal dan merugilah ia. jikalau seseorang itu ada kekurangan dari sesuatu amalan wajibnya, maka Tuhan Azzawajalla berfirman:
"Periksalah olehmu semua - hai malaikat, apakah hambaKu itu mempunyai amalan yang sunnah." Maka dengan amalan yang sunnah itulah ditutupnya kekurangan amalan wajibnya, kemudian cara memperhitungkan amalan-amalan lainnya itupun seperti cara memperhitungkan amalan shalat ini."
Diriwayatkan oleh Imam Turmudzi
*ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH*
Katakan yang benar meski kamu tidak menyukainya.
Jangan biarkan nafsumu mengalahkan jiwamu!
Orang yang tidak jernih hatinya pasti akan membenarkan orang yang salah karena dia terlanjur mencintainya dan akan menyalahkan orang yang benar karena dia membencinya.
Jernihkanlah hati ajak akal sehat untuk berfikir, agar yang benar terlihat benar walaupun kau membencinya dan yang salah terlihat salah, meskipun kau mencintainya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesunguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” [Al-Ahzab : 58]
Semoga Allah memberi kita hidayah dan taufiq-Nya.
Jangan biarkan nafsumu mengalahkan jiwamu!
Orang yang tidak jernih hatinya pasti akan membenarkan orang yang salah karena dia terlanjur mencintainya dan akan menyalahkan orang yang benar karena dia membencinya.
Jernihkanlah hati ajak akal sehat untuk berfikir, agar yang benar terlihat benar walaupun kau membencinya dan yang salah terlihat salah, meskipun kau mencintainya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesunguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” [Al-Ahzab : 58]
Semoga Allah memberi kita hidayah dan taufiq-Nya.
TIADA GUNA ILMU YANG TINGGI BILA TANPA AKHLAK
Ilmu apapun yang dipelajari tidak akan bermanfaat bila tanpa akhlak yang mulia. Tanpa akhlak, ilmu bukan hanya berbahaya untuk dirinya tapi juga berbahaya bagi yang lain.
Sungguh ironis jika orang berilmu tak memiliki akhlak!
Mereka lebih mengutamakan kecerdasaan keilmuan tanpa berfikir apa akan terjadi dengan ilmunya bila tanpa akhlak!
Ulama yang sholeh berkata:
تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”
Kenapa sampai para ulama mendahulukan mempelajari adab? Para ulama menjawab :
بالأدب تفهم العلم
“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”
Ibnul Mubarak (ra) berkata:
تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين
“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan
kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”
Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita renungi bersama.
Ilmu apapun yang dipelajari tidak akan bermanfaat bila tanpa akhlak yang mulia. Tanpa akhlak, ilmu bukan hanya berbahaya untuk dirinya tapi juga berbahaya bagi yang lain.
Sungguh ironis jika orang berilmu tak memiliki akhlak!
Mereka lebih mengutamakan kecerdasaan keilmuan tanpa berfikir apa akan terjadi dengan ilmunya bila tanpa akhlak!
Ulama yang sholeh berkata:
تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”
Kenapa sampai para ulama mendahulukan mempelajari adab? Para ulama menjawab :
بالأدب تفهم العلم
“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”
Ibnul Mubarak (ra) berkata:
تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين
“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan
kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”
Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita renungi bersama.
Langganan:
Postingan (Atom)
Serum Pencerah Wajah Terbaik dari Pond's Indonesia
Assalamu'alaikum,, Hallo cantik,, ada yang baru nih dari pond's yaitu Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum dan Triple Glow Se...
-
DO’A INDAH IMAM SYAFI’I اَللَّهُمَّ امْنُنْ عَلَيْنَا بِصَفَاءِ الْمَعْرِفَةِ وَهَبْ لَنَا تَصْحِيْحَ الْمُعَامَلَةِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَ...
-
Teks Sholawat ‘Umariyah adalah sebagai berikut: يا صاحبي عند کل شدة و يا غياثى عند کل کربة صل علی سيدنا محمد وعلی ال سيدنا محمد واجعل لنا...