Kamis, 25 April 2013

شُرُوْطُ الْخَلْوَةِ
S Y A R A T - S Y A R A T K H O L W A T

Kiriman Spesial buat Ahmad Fathoni (Alhamdulillahi Robbil Alamin) شُرُوْطُ الْخَلْوَةِ S Y A R A T - S Y A R A T K H O L W A T Syekh Amin Al Kurdi dalam kitabnya “Tanwirul Qulub” mengatakan bahwa : Syarat Kholwat ada 20, yaitu : 1). Berniat ikhlas (hanya karena Alloh semata), tidak riya dan sum’ah lahir dan batin. 2). Mohon ijin dan do’a dari Syekh Mursyidnya, Seorang salik tidak boleh memasuki kamar kholwat sebelum ada ijin dari Syekh 3). ‘Uzlah (mengasingkan diri), membiasakan bangun malam dan membiasakan lapar serta membiasakan berzikir. 4). Melangkah dengan kaki kanan pada waktu masuk kamar kholwat. Waktu masuk seorang salik mohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syetan dan membaca basmalah, setelah itu dia membaca surat An Nas 3 kali, kemudian melangkah kaki kiri sambil berdo’a : اَللَّهُمَّ وِلِيَّتِي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ كُنْ لِيْ كَمـَا كُنْتَ لِسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ وَارْزُقْنِيْ مَحَبَّتَكَ. اَللَّهُمَّ ارْوُقْنِيْ حُبَّكَ وَأَشْغِلْنِيْ بِـجَمَالِكَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُخْلِصِيْنَ اَللَّهُمَّ أُمْحُ نَفْسِيْ بِـجَذْبَاتِ ذَاتِكَ يَا أَنِيْسَ مَنْ لاَ أَنِيْسَ لَهُ رَبِّ لاَ تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ Artinya : Ya Alloh, yang menjadi pelindung di dunia dan akhirat, jadikanlah aku sebagaimana Engkau telah menjadikan Pemimpin kami yaitu Kanjeng Nabi Muhammad saw dan berilah aku kurnia, rizki mencintai-Mu. Berilah aku kurnia, rizki mencintai kekasih-Mu. Ya Alloh, sibukkanlah aku dengan keindahan-Mu dan jadikanlah aku termasuk hamba-Mu yang ikhlas. Ya Alloh hapuskanlah diriku dengan tarikan Dzat-Mu, wahai Yang Maha Peramah yang tidak ada peramah bagi-Nya. Ya Tuhan, janganlah Engkau biarkan aku tinggal sendirian, sedangkan Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang mewarisi. Setelah itu dia masuk ke kamar kholwat lalu berdiri di atas tempat sholatnya sambil mengucapkan do’a di bawah ini sebanyak 21 kali : إِنِّيْ وَجَهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ Artinya : Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dalam keadaan hanif (lurus) dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Kemudian melaksanakan sholat sunat 2 rakaat. Setelah membaca AlFatihah di rakaat pertama, dibaca ayat kursi (AlBaqoroh ayat 255) اَللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ dan di rakaat kedua setelah membaca AlFatihah, membaca ayat “amanar rosul” (AlBaqoroh ayat 285). آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ Dan selesai sholat. Membaca dzikir : (يَا فَتَّاحُ ) Ya Fattah, sebanyak 500 kali. Artinya : “Wahai Alloh Dzat yang Maha Pembuka Pintu Ma’rifat” 5). Senantiasa mempunyai wudlu. Jika batal wudlunya, maka harus wudlu lagi 6). Jangan berangan-angan untuk memperoleh karomah (kekuatan/kesaktian). 7). Jangan menyandarkan punggungnya ke dinding. 8). Senantiasa menghadirkan wajah Syeikh Mursyidnya. 9). Berpuasa pada siang harinya 10). Diam, tidak berkata-kata kecuali berzikir atau terpaksa mengatakan sesuatu yang ada kaitannya dengan masalah syariat (darurat), karena akan menyia- nyiakan nilai kholwat dan akan melenyapkan cahaya hati. 11). Tetap waspada terhadap musuh yang empat, yaitu syetan, dunia, hawa nafsu dan syahwat. 12). Hendaklah menjauhi dari gangguan suara-suara yang membisingkan. 13). Tetap menjaga sholat jum’at dan sholat berjama’ah karena sesungguhnya tujuan pokok dari kholwat adalah mengikuti Kanjeng Nabi Muhammad saw 14). Jika terpaksa keluar kamar kholwat, maka harus menutupi kepala sampai leher dengan sorban (kain) dan memandang ke tanah. 15). Jangan tidur, kecuali sudah sangat mengantuk dan harus berwudlu. Dan jika ngantuk tidurlah dalam keadaan duduk. 16). Menjaga pertengahan antara lapar dan kenyang. 17). Jangan membukakan pintu kamar kholwat kepada orang-orang kecuali jika yang Masuk ke kamar kholwatnya Syekh Mursyid. 18). Semua nikmat yang diperolehnya harus dianggapnya secara syareat berasal dari Syekh-Syekh Mursyid, sedangkan Syekh-Syekh Mursyid memperolehnya dari Nabi Muhammad saw. Adapun secara hakekat itu semua berasal dari Alloh swt. 19). Meniadakan getaran dan lintasan dalam hati (khowatir), baik yang buruk maupun yang baik, karena lintasan-lintasan itu akan membuyarkan konsentrasi munajat kepada Alloh swt sebagai hasil dari dzikir. 20). Senantiasa berzikir dengan kaifiyat (tatacara) yang telah ditetapkan oleh Syekh Mursyid baginya, terus dzikir tiada henti hingga sampai dengan diperkenankan atau dinyatakan selesai dan boleh keluar oleh Syekh Mursyid dari kamar kholwat. Syekh Amin menambahkan : “Tidak mungkin seseorang itu sampai kepada makrifatulloh dan hatinya bersih lagi bercahaya sehingga dapat musyahadah kepada Alloh, kecuali dengan jalan suluk atau berkholwat selama 3 sampai 40 hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Serum Pencerah Wajah Terbaik dari Pond's Indonesia

Assalamu'alaikum,, Hallo cantik,, ada yang baru nih dari pond's yaitu Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum dan Triple Glow Se...