Imam Al-Ghazali: Jangan Melaknat Siapapun
Dalam kitab Bidayah al-Hidayah hal. 118 Cet. Dar Shadir Beirut (atau hal. 16 versi cetakan lain via Santrijagad), Hujjatul Islam al-Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali menyatakan bahwa:
ولا تقطع بشهادتك على أحد من أهل القبلة بشرك أو كفر أو نفاق؛ فإن المطلع على السرائر هو الله تعالى. فلا تدخل بين العباد وبين الله تعالى، واعلم أنك يوم القيامة لا يقال لك: لِم لَمْ تلعن فلانا، ولم سكت عنه؟ بل لو لم تعلن ابليس طول عمرك، ولم تشغل لسانك بذكره لم تسأل عنه ولم تطالب به يوم القيامة. وإذا لعنت أحدا من خلق الله تعالى طولبت به
Janganlah engkau memvonis syirik, kafir atau nifaq (munafiq) kepada seseorang ahli kiblat (orang Islam); karena yang mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati itu hanya Allah Swt. Maka janganlah engkau ikut campur dalam urusan mereka dengan Allah Swt.
Ketahuilah, bahwa pada hari kiamat kelak engkau tidak akan ditanyai mengapa engkau tidak mau melaknat si fulan? Mengapa engkau diam atau tidak mau membahas kejahatannya? Bahkan andaikata engkau tidak pernah melaknat Iblis sepanjang hidupmu sekalipun, engkau tetap tidak akan ditanyai dan tidak akan dituntut oleh Allah nanti di hari kiamat kelak.
"Tetapi jika engkau pernah melaknat seseorang dari makhluk Allah, maka nanti engkau akan dituntut (dimitai pertanggungan jawab) oleh Allah Swt..." Tutur Imam al-Ghazali dalam kitabnya tersebut pada bab "al-Qism ats-Tsani fi Ijtinab al-Ma'ashi".
Alhasil, kebiasaan melaknat sama saja kebiasaan bermaksiat kepada Allah Swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar