Kamis, 31 Mei 2018

DOA GURU DAN SEBUAH PESANTREN

Haul Ke-3 Tahun
SANG GURU MULYA
ABUYA CIGONDEWAH

Ahad, 11 Romadhon 1436 H / 27 Juni 2015
Ahad, 11 Romadhon 1439 H

Sebuah hadits menyatakan:

اذْكُرُوا مَحَاسِنَ مَوْتَاكُمْ وَكُفُّوا عَنْ مَسَاوِيهِم

Ingatlah kebaikan-kebaikan orang yang telah wafat dan hindarilah menyebut cela mereka. (HR. Abu Daud dan Turmudzi, Al-Jami’ As-Shaghir, I, 138)

Pada suatu hari Abuya memanggil alhaqir ke rumah Beliau, ketika itu alhaqir mesantren sambil sekolah (SMK Negeri 8 Bandung Jurusan Otomotif) sekitar tahun 1998.

Beliau bertanya:
"din, hoyong didoakeun naon ku Buya?
(din, ingin didoakan apa oleh Buya?)

alhaqir menjawab,
teu langkung Abuya
(terserah Abuya)

Abuya bertanya lagi,
dindin bilih hoyong janten pengusaha otomotif atanapi hoyong janten ajengan anu gaduh pasantren?
(dindin jika ingin jadi pengusaha otomotif atau ingin jadi kyai yang memiliki pesantren?)

alhaqir tidak menjawab...

lalu Abuya berkata:
"atos weh ku Buya didoakeun janten ajengan wae nya, engke gaduh pasantren meh tiasa neraskeun perjuangan karuhun"
(sudah aja Buya doakan supaya menjadi kyai yah, nanti memiliki pesantren supaya bisa meneruskan perjuangan para leuhur)

aamiin...alhaqir meng-aamiin-i doa Abuya

SUBHANALLOH...
Doa Abuya tersebut di ijabah oleh ALLOH

ALHAMDULILLAH...
sekarang alhaqir diamanahi oleh ALLOH
sebuah pesantren sederhana di daerah sumelap cicalengka

<===>

Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mengatakan :.

ان المحصول من العلم والفتح والنور اعني الكشف للحجب، على قدر الادب مع الشيخ وعلى قدر ما يكون كبر مقداره عندك يكون لك ذالك المقدار عند الله من غير شك

" Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu ".(al Manhaj as Sawiy : 217)

Imam Nawawi mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :

عقوق الوالدين تمحوه التوبة وعقوق الاستاذين لا يمحوه شيء البتة

" Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada gurumu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya ".

Dihikayatkan bahwa,
Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara Nabi Khidhir. Maka Nabi Khidhir berkata, " Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab, " ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir ".

Nabi Khidhir, " kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?".

Murid itu menjawab, " Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu ". (Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78)

Al Habib Abdullah al Haddad berkata, " Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, " perintahkan aku ini, berikan aku ini !", karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya ". (Ghoyah al Qashd wa al Murad : 2/177)

Para ulama ahli hikmah mengatakan, " Barangsiapa yang mengatakan " kenapa ?" Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya ". (Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56)

Ibnu Jama’ah rahimahullah menjelaskan:

وينبغي أن يدعو له مدة حياته ويرعى ذريته وأقاربه وأودّاءه بعد وفاته

 “Hendaklah seorang penuntut ilmu mendoakan gurunya sepanjang waktu. Memperhatikan anak-anaknya, kerabatnya dan menunaikan haknya apabila telah wafat” (Tadzkirah Sami’ hal. 91)

Semoga kita semua termasuk murid yang baik dan mendapat berkah dari guru kita.

Aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Serum Pencerah Wajah Terbaik dari Pond's Indonesia

Assalamu'alaikum,, Hallo cantik,, ada yang baru nih dari pond's yaitu Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum dan Triple Glow Se...