Jangan heran bila di Bulan Ramadhan maksiat masih terjadi.. Karena setan terbelenggu, bukan terbunuh.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ ، وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِين
“Apabila telah masuk bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu jahannam ditutup, dan setan-setan dibelenggu (HR. al-Bukhari: 2277, Muslim: 1079)
>>. apa makna setan terbelenggu:
1. Kemampuan setan menjadi berkurang, dalam menggoda orang yang berpuasa. Itu terjadi apabila, ia memperhatikan syarat dan adab selama bulan Ramadhan..
2. Yang terikat belenggu hanya setan pembangkang, tidak keseluruhan setan.
Sebagaimana dalam satu riwayat,
وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ
“Dan setan pembangkang diikat” (HR an-Nasa’i: 2106)
3. Sebagian saja dari para pembesar setan yang dibelenggu, bukan keseluruhan.
Adapun setan lainnya, masih leluasa berkeliaran.
4. Bukan berarti sama sekali tiada lagi pengaruh setan. Hanya saja godaan setan melemah, tidak seperti di bulan selain Ramadhan
5. Bila pun seluruh setan yang dibelenggu, bukan berarti tidak akan terjadi dosa dan maksiat
Karena keburukan, bisa saja terjadi selain dari godaan setan. Seperti kebiasaan jelek, nafsu syahwat atau pun bisikan jahat setan dari jenis manusia.
Allah ta'ala berfirman,
إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي
"Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.." (QS Yusuf: 53)
Dalam ayat lain,
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
"Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
dari (golongan) jin dan manusia.." (QS an-Naas: 5-6)
Kala setan telah terbelenggu..
Jangan serta merta kita menjadi "setan baru" yang menggoda saudara sendiri di bulan Ramadhan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar