Kamis, 25 April 2013

Ketika Doa kita belum terkabul...

Ketika Doa kita belum terkabul... ingatlah dawuh Rosul saw : "Tidaklah seorang Muslim berdoa yang di dalamnya tidak mengandung dosa dan memutus silaturahim, kecuali Alloh akan memberinya dengan doanya itu salah satu dari tiga hal : 1. adakalanya disegerakan doa itu untuknya, 2. adakalanya disimpan untuknya sebagai tabungan pahala di akhirat, dan 3. adakalanya disingkirkan darinya suatu keburukan sesuai kadar doanya. Para Sahabat berkata, "Jika demikian kita akan memperbanyak". Rasul saw bersabda, "Alloh akan lebih banyak dan lebih baik". (HR. Ahmad Al-Hakim, dan Baihaqi)

شُرُوْطُ الْخَلْوَةِ
S Y A R A T - S Y A R A T K H O L W A T

Kiriman Spesial buat Ahmad Fathoni (Alhamdulillahi Robbil Alamin) شُرُوْطُ الْخَلْوَةِ S Y A R A T - S Y A R A T K H O L W A T Syekh Amin Al Kurdi dalam kitabnya “Tanwirul Qulub” mengatakan bahwa : Syarat Kholwat ada 20, yaitu : 1). Berniat ikhlas (hanya karena Alloh semata), tidak riya dan sum’ah lahir dan batin. 2). Mohon ijin dan do’a dari Syekh Mursyidnya, Seorang salik tidak boleh memasuki kamar kholwat sebelum ada ijin dari Syekh 3). ‘Uzlah (mengasingkan diri), membiasakan bangun malam dan membiasakan lapar serta membiasakan berzikir. 4). Melangkah dengan kaki kanan pada waktu masuk kamar kholwat. Waktu masuk seorang salik mohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syetan dan membaca basmalah, setelah itu dia membaca surat An Nas 3 kali, kemudian melangkah kaki kiri sambil berdo’a : اَللَّهُمَّ وِلِيَّتِي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ كُنْ لِيْ كَمـَا كُنْتَ لِسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ وَارْزُقْنِيْ مَحَبَّتَكَ. اَللَّهُمَّ ارْوُقْنِيْ حُبَّكَ وَأَشْغِلْنِيْ بِـجَمَالِكَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُخْلِصِيْنَ اَللَّهُمَّ أُمْحُ نَفْسِيْ بِـجَذْبَاتِ ذَاتِكَ يَا أَنِيْسَ مَنْ لاَ أَنِيْسَ لَهُ رَبِّ لاَ تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ Artinya : Ya Alloh, yang menjadi pelindung di dunia dan akhirat, jadikanlah aku sebagaimana Engkau telah menjadikan Pemimpin kami yaitu Kanjeng Nabi Muhammad saw dan berilah aku kurnia, rizki mencintai-Mu. Berilah aku kurnia, rizki mencintai kekasih-Mu. Ya Alloh, sibukkanlah aku dengan keindahan-Mu dan jadikanlah aku termasuk hamba-Mu yang ikhlas. Ya Alloh hapuskanlah diriku dengan tarikan Dzat-Mu, wahai Yang Maha Peramah yang tidak ada peramah bagi-Nya. Ya Tuhan, janganlah Engkau biarkan aku tinggal sendirian, sedangkan Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang mewarisi. Setelah itu dia masuk ke kamar kholwat lalu berdiri di atas tempat sholatnya sambil mengucapkan do’a di bawah ini sebanyak 21 kali : إِنِّيْ وَجَهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ Artinya : Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dalam keadaan hanif (lurus) dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Kemudian melaksanakan sholat sunat 2 rakaat. Setelah membaca AlFatihah di rakaat pertama, dibaca ayat kursi (AlBaqoroh ayat 255) اَللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ dan di rakaat kedua setelah membaca AlFatihah, membaca ayat “amanar rosul” (AlBaqoroh ayat 285). آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ Dan selesai sholat. Membaca dzikir : (يَا فَتَّاحُ ) Ya Fattah, sebanyak 500 kali. Artinya : “Wahai Alloh Dzat yang Maha Pembuka Pintu Ma’rifat” 5). Senantiasa mempunyai wudlu. Jika batal wudlunya, maka harus wudlu lagi 6). Jangan berangan-angan untuk memperoleh karomah (kekuatan/kesaktian). 7). Jangan menyandarkan punggungnya ke dinding. 8). Senantiasa menghadirkan wajah Syeikh Mursyidnya. 9). Berpuasa pada siang harinya 10). Diam, tidak berkata-kata kecuali berzikir atau terpaksa mengatakan sesuatu yang ada kaitannya dengan masalah syariat (darurat), karena akan menyia- nyiakan nilai kholwat dan akan melenyapkan cahaya hati. 11). Tetap waspada terhadap musuh yang empat, yaitu syetan, dunia, hawa nafsu dan syahwat. 12). Hendaklah menjauhi dari gangguan suara-suara yang membisingkan. 13). Tetap menjaga sholat jum’at dan sholat berjama’ah karena sesungguhnya tujuan pokok dari kholwat adalah mengikuti Kanjeng Nabi Muhammad saw 14). Jika terpaksa keluar kamar kholwat, maka harus menutupi kepala sampai leher dengan sorban (kain) dan memandang ke tanah. 15). Jangan tidur, kecuali sudah sangat mengantuk dan harus berwudlu. Dan jika ngantuk tidurlah dalam keadaan duduk. 16). Menjaga pertengahan antara lapar dan kenyang. 17). Jangan membukakan pintu kamar kholwat kepada orang-orang kecuali jika yang Masuk ke kamar kholwatnya Syekh Mursyid. 18). Semua nikmat yang diperolehnya harus dianggapnya secara syareat berasal dari Syekh-Syekh Mursyid, sedangkan Syekh-Syekh Mursyid memperolehnya dari Nabi Muhammad saw. Adapun secara hakekat itu semua berasal dari Alloh swt. 19). Meniadakan getaran dan lintasan dalam hati (khowatir), baik yang buruk maupun yang baik, karena lintasan-lintasan itu akan membuyarkan konsentrasi munajat kepada Alloh swt sebagai hasil dari dzikir. 20). Senantiasa berzikir dengan kaifiyat (tatacara) yang telah ditetapkan oleh Syekh Mursyid baginya, terus dzikir tiada henti hingga sampai dengan diperkenankan atau dinyatakan selesai dan boleh keluar oleh Syekh Mursyid dari kamar kholwat. Syekh Amin menambahkan : “Tidak mungkin seseorang itu sampai kepada makrifatulloh dan hatinya bersih lagi bercahaya sehingga dapat musyahadah kepada Alloh, kecuali dengan jalan suluk atau berkholwat selama 3 sampai 40 hari.

لطيفة والنفس

Lathifah dan Nafsu LATIFAH NAFSI – NAFSU AMAROH Latifatul Nafsi adanya di tengah diantara dua alis. Tempatnya Nafsu Amaroh, bersifat serakah, takabur, khianat, pelit, syahwat dan hasud. Warnanya biru. LATIFAH QOLBI – NAFSU LAWWAMAH Latifatul Qolbi posisinya ada di bawah susu sebelah kiri jarak dua jari. Tempatnya Nafsu Lawwamah, bersifat suka mencela, menuruti hawa nafsu, bohong, menganiaya, bangga diri, menggunjing, pamer, bangga diri. Warnanya kuning LATIFAH RUH – NAFSU MULHAMAH Latifatul Ruh adanya di bawah susu sebelah kanan jarak dua jari. Tempatnya Nafsu Mulhamah, bersifat lapang dada, dermawan, merendah, sabar, taubat, qonaah, tahan menghadapi kesusahan. Warnanya merah LATIFAH SIR – NAFSU MUTHMAINAH Latifatul Sir posisinya ada di atas susu sebelah kiri jarak dua jari. Tempatnya Nafsu Muthmainah, bersifat senang ibadah, bersyukur, ridho, tawakal, sayang dengan sesama makhluk, takut melanggar larangan Alloh. Warnanya putih LATIFAH QOLAB – NAFSU RODIYAH Latifatul Qolab adanya merata di sekujur badan. Tempatnya Nafsu Rodiyah, bersifat zuhud, ikhlas, waro’ dan meninggalkan perkara yang tidak ada manfaatnya. Warnanya hijau LATIFAH KHOFI – NAFSU MARDIYAH Latifatul Khofi adanya di atas susu sebelah kanan jarak dua jari. Tempatnya Nafsu Mardiyah, bersifat terlihat jelas keridohan Alloh swt, ikhlas dan nikmat dalam zikir, tafakur dan berakhlak mulia. Warnanya hitam LATIFAH QOLAB – NAFSU KAMILAH Latifatul Akhfa posisinya ada di tengah-tengah dada. Tempatnya Nafsu Kamilah, bersifat tajalli asma dan tajali sifat, berangkat bersama kehendak Alloh dari Alloh dan kepada Alloh Sumber Referensi : Kitab Al-Fuyudlot Ar-Robbaniyah halaman 37-38

Jumat, 05 April 2013

DZIKIR MENEBUS NAFSU SELAMA KHOLWAT 7 HARI

DZIKIR MENEBUS NAFSU SELAMA KHOLWAT 7 HARI

Dalam Kitab Al-Futudlot Ar-Robbaniyah Karangan Syekh Abdul Qodir Zaelani

1. Dzikir Lafadz لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (LAA ILAHA ILALLOH) sebanyak 70 ribu kali

Untuk menebus NAFSU AMAROH, dengan cara mengarahkannya ke arah latifah nafsi (posisinya dari arah dada menuju ke otak). Apabila selesai dzikir, maka laksanakan sholat sunat 2 rokaat kemudian ba’da sholat membaca do’a :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَشْتَرِيْ مِنْكَ نَفْسِي الْأَمَارَةَ بِـهَذِهِ السَّبْعِيْنَ أَلْفًا

Artinya :
Ya Alloh sesungguhnya aku menebus dari Engkau, nafsu amaroh dengan dzikir 70 ribu ini.

2. Dzikir Lafadz اَللهُ (ALLOH) sebanyak 60 ribu kali

Untuk menebus NAFSU LAWAMAH, dengan cara mengarahkannya ke arah lathifah qolbi (posisinya kira-kira dua jari di bawah payudara sebelah kiri) Apabila selesai dzikir, maka laksanakan sholat sunat 2 rokaat kemudian ba’da sholat membaca do’a :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَشْتَرِيْ مِنْكَ نَفْسِي اللَّوَامَةَ بِـهَذِهِ السِّتِّـيْنَ أَلْفًا

Artinya :
Ya Alloh sesungguhnya aku menebus dari Engkau, nafsu lawamah dengan dzikir 60 ribu ini.

3. Dzikir Lafadz هُوَ (HUWA) sebanyak 50 ribu kali

Untuk menebus NAFSU MULHAMAH, dengan cara mengarahkannya ke arah lathifah ruh (posisinya kira-kira dua jari di bawah payudara sebelah kanan) Apabila selesai dzikir, maka laksanakan sholat sunat 2 rokaat kemudian ba’da sholat membaca do’a :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَشْتَرِيْ مِنْكَ نَفْسِي الْمُلْهَمَةَ بِـهَذِهِ الْخَمْسِـيْنَ أَلْفًا

Artinya :
Ya Alloh sesungguhnya aku menebus dari Engkau, nafsu mulhamah dengan dzikir 50 ribu ini.

4. Dzikir Lafadz حَقٌّ (HAQQUN) sebanyak 40 ribu kali

Untuk menebus NAFSU MUTHMAINAH, dengan cara mengarahkannya ke arah lathifah sirri (posisinya kira-kira dua jari di atas payudara sebelah kiri) Apabila selesai dzikir, maka laksanakan sholat sunat 2 rokaat kemudian ba’da sholat membaca do’a :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَشْتَرِيْ مِنْكَ نَفْسِي الْمُطْمَئِنَةَ بِـهَذِهِ الْأَرْبَعِيْنَ أَلْفًا

Artinya :
Ya Alloh sesungguhnya aku menebus dari Engkau, nafsu muthmainah dengan dzikir 40 ribu ini.

5. Dzikir Lafadz حَيٌّ (HAYYUN) sebanyak 30 ribu kali

Untuk menebus NAFSU RODIYAH, dengan cara mengarahkannya ke arah lathifah qolab (posisinya merata di sekujur badan, yang pusatnya di kepala) Apabila selesai dzikir, maka laksanakan sholat sunat 2 rokaat kemudian ba’da sholat membaca do’a :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَشْتَرِيْ مِنْكَ نَفْسِي الرَّاضِيَةَ بِـهَذِهِ الثَّلاَثِـيْنَ أَلْفًا

Artinya :
Ya Alloh sesungguhnya aku menebus dari Engkau, nafsu rodiyah dengan dzikir 30 ribu ini

6. Dzikir Lafadz قَيُّومْ (QOYYUM) sebanyak 20 ribu kali

Untuk menebus NAFSU MARDIYAH, dengan cara mengarahkannya ke arah lathifah khofi (posisinya kira-kira dua jari di atas payudara sebelah kanan) Apabila selesai dzikir, maka laksanakan sholat sunat 2 rokaat kemudian ba’da sholat membaca do’a :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَشْتَرِيْ مِنْكَ نَفْسِي الْمَرْضِيَةَ بِـهَذِهِ الْعِشْرِيْنَ أَلْفًا

Artinya :
Ya Alloh sesungguhnya aku menebus dari Engkau, nafsu mardiyah dengan dzikir 20 ribu ini

7. Dzikir Lafadz قَهَّارْ (QOHHAR) sebanyak 40 ribu kali

Untuk menebus NAFSU KAMILAH / SHOMIMAH / SHOFIYAH, dengan cara mengarahkannya ke arah lathifah akhfa (posisinya ditengah-tengah dada) Apabila selesai dzikir, maka laksanakan sholat sunat 2 rokaat kemudian ba’da sholat membaca do’a :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَشْتَرِيْ مِنْكَ نَفْسِي الْكَامِلَةَ أَوِ الصَّمِيْمَةَ أَوِ الصَّافِيَةَ بِـهَذِهِ الْعَشَرَةِ آلاَفٍ

Artinya :
Ya Alloh sesungguhnya aku menebus dari engkau, nafsu kamilah / shomimah / shofiyah dengan dzikir 10 ribu ini

سؤنج سنتري مجرد جريغين بندونج

Saung Santri “ MUJARROD “

Caringin Kota Bandung Jawa Barat

15 Jumadil Awwal 1434 H / 2013

Adab Kaum Terpelajar

Adab Kaum Terpelajar
Adab seorang terpelajar antara lain adalah selayaknya terus-menerus mencari ilmu dan mengamalkannya. Memelihara ketenangan. Meninggalkan sifat takabur dan tidak memancing orang lain bersikap sombong. Mengasihi para pencari ilmu dan tidak merespon orang-orang yang sombong. Menyelesaikan masalah orang-orang awam (orang yang belum tahu) dan tidak merasa gengsi untuk mengatakan, “Saya tidak tahu.” Memberikan perhatian yang serius atas sebuah pertaanyaan. Tidak berpura-pura. Dan memperhatikan serta menerima sebuah argumentasi kebenaran, walaupun berasal dari orang lain { Imam Ghozali, dlm ktb Al-Adab Fi Ad-Din.

Pesan Imam Ghozali Dalam Kitab “AL-ADAB FI AD-DIN

Dalam Kitab “AL-ADAB FI AD-DIN”

Imam Ghozali berpesan :

Adab Mukmin di Hadapan Alloh swt

Seorang mukmin semestinya selalu menundukkan pandangan matanya dan memusatkan segenap perhatiannya hanya kepada Alloh. Membiasakan diam dan menenangkan anggota-anggota badan. Bersegera melaksanakan perintah, menjauhi larangan, tidak suka membantah dan selalu berakhlak baik. Membiasakan berzikir dan mensucikan pikiran. Mengendalikan anggota-anggota badan dan menenangkan hati.

Mengagungkan kebesaran Tuhan, menjauhi sifat marah, dan menyembunyikan cinta. Memelihara keikhlasan. Tidak riya dan pamer.

Mendakwahkan kebenaran. Tidak berpedoman (ingin dipuji) kepada makhluk dan mengikhlaskan amal. Berkata benar, menyucikan pandangan dan mengupayakan pendekatan diri kepada Alloh (taqarrub) secara terus-menerus. Tidak banyak memerintah makhluk, menyembunyikan keutamaan dan bersemangat memperbaiki diri. Marah ketika ada yang melanggar perkara haram, mengekalkan haybah (keseganan akan kewibawaan Alloh), menumbuhkan rasa malu, dan merasa takut (kepada Alloh). Menjadikan sikap tenang sebagai keyakinan bathin dan tawakal sebagai kesadaran terhadap baiknya suatu ikhtiar.

Menyempurnakan wudhu tatkala merasa berat dan menunggu (kembali) shalat berikutnya setelah mengerjakan suatu shalat. Kalbu bergetar karena takut akan meninggalkan fardhu. Membiasakan bertaubat karena takut bergelimang dosa, dan memelihara keyakinan terhadap yang ghaib (yang telah Alloh jamin). Kalbu merasa takut saat berzikir dan cahayanya bertambah ketika menerima petuah. Mengembangkan sikap tawakkal ketika miskin dan ketika mampu mengeluarkan sedekah tanpa sikap kikir.

Bacalah Sholawat dengan ikhlas dan semangat

Bacalah Sholawat dengan ikhlas dan semangat

Kanjeng Nabi Muhammad saw bersabda :

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحَطَّ عَنْهُ عَشْرَ خَطِيْئَاتٍ وَرَفَعَ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ(رواه احمد والنسآئ والحاكم)

Siapa yang membaca sholawat kepadaku sekali, maka Alloh akan memberi rohmat (kasih sayang) kepadanya 10 rohmat dan menghapus baginya 10 dosa serta mengangkatnya untuknya 10 derajat. (HR. Ahmad, Nasai dan Al Hakim)

ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA’ALA ALIHI WASOHBIHI WASALIM

BACALAH HAMDALAH TIGA KALI . . .

BACALAH HAMDALAH TIGA KALI . . .

Pada muqodimah kitab Qurrotul ‘uyun, Rosululloh saw bersabda :

“ Tidak semata-mata memberikan ni’mat Alloh kepada seorang hamba kemudian si hamba membaca الحمد لله

Alhamdulillah sekali, maka Alloh menetapkannya sebagai orang yang bersyukur, kemudian si hamba membaca Alhamdulillah yang kedua kalinya, maka Alloh menetapkannya sebagai pahala tambahan, kemudian si hamba membaca Alhamdulillah yang ketiga kalinya, maka Alloh menetapkannya sebagai ampunan dosa bagi si hamba (HR. Imam Hakim dan Imam Baihaqi)

BISMILLAH DAN MALAIKAT ZABANIYAH

BISMILLAH DAN MALAIKAT ZABANIYAH

Dalam Tafisr “ Al-Misbah “ disebutkan : huruf Basmalah itu ada 19, demikian juga dengan Malaikat Zabaniyah jumlahnya sama ada 19 , karena Rasululloh Saw bersabda : Siapa yang ingin supaya Alloh selamatkan dia dari penanganan Malaikat Zabaniyah yang berjumlah 19 orang (Malaikat penyiksa di Neraka), maka hendaklah membaca:

بسم الله الرخمن الرحيم ( Bismillahirrahmanirrahim) Hadits dari Ibnu Mas'ud

SEBAGIAN KAROMAH KI MUHYI PAMIJAHAN

SEBAGIAN KAROMAH KI MUHYI PAMIJAHAN

Dalam kitab Istigal Thariqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah diceritakan beberapa kisah karamahnya. Diantara adalah sebagai berikut. Suatu hari ada orang yang dikejar-kejar sekawanan lebah, lari meminta pertolongan Syekh Abdul Muhyi. Syekh Abdul Muhyi berseru kepada kelompok lebah itu, “Kenapa kalian lebah bersikap begitu kepada manusia. Apakah kalian tak mengerti di dalam tubuh manusia lahir dan batin ada lathaif laa ilaha illa Allah!” Lebah-lebah itu langsung mati. Lalu tubuh orang itu seperti keluar asap. Ia selamat tanpa bekas luka apapun.

Seorang pria membawa istrinya yang buta setelah melahirkan menemui Syekh Abdul untuk minta kesembuhan. Oleh Syekh Abdul Muhyi mereka diajak membaca kalimat tahlil sebanyak 165 kali di masjid. Tak berapa lama orang itu pun sembuh. Di waktu yang lain seseorang membawa anak yang terkena stroke, tubuhnya mati separuh.

Kemudian diajak berzikir dengan tahlil sebanyak 165 kali hingga sembuh total. Adalagi orang yang tidak bisa tidur selama 11 hari dan minta tolong kepada Syekh Abdul Muhyi. Orang itu juga diajak berzikir sebanyak 165 kali dan sembuh. Syekh Abdul Muhyi juga menolong orang lewat karamahnya untuk memperbanyak hasil panen dan ternak kerbau. Syekh Abdul Muhyi juga dikenal kesaktiannya. Beliau mengalahkan dua tukang sihir sakti, dan kemudian dua penyihir itu menjadi murid-muridnya.

AJARAN KI MUHYI PAMIJAHAN

AJARAN KI MUHYI PAMIJAHAN

Menurut versi Syekh Haji Muhyiddin putra dari Ki Muhyi Pamijahan yang berjudul " MARTABAT ALAM TUJUH / MARTABAT KANG PITUTU. yang sekarang terdapat di museum di belanda. Ajaran Syekh Abduk Muhyi Pamijahan ini berasal dari ajaran tasawuf/tarekat WAHDATUL WUJUD / KESATUAN WUJUD.

Menurut ajaran " Martabat Alam tujuh" seperti yang tertuang di dalam Martabat Kang pitutu, Wujud yang hakiki mempunyai tujuh (7) martabat yaitu :

1. AHADIYAH / HAKIKI SEJATI ALLOH SWT

2.WAHDAH, HAKIKAT MUHAMMAD SAW.

3. WAHIDIYAH, HAKIKAT ADAM AS

4. ALAM ARWAH HAKIKAT NYAWA

5.ALAM MISAL HAKIKAT SEGALA BENTUK

6. ALAM AJSAM HAKIKAT TUBUH

7. ALAM INSAN HAKIKAT MANUSIA.

Kesemua bermuara kepada satu yaitu AHADIYAH ,yaitu ALLOH SWT. Dalam menjelaskan ketujuh ( 7 ) martabat ini Ki Muhyi Pamijahan pertama-tama menggaris bawahi perbedaan antara tuhan dan hamba Nya, agar sesuai dengan ajaran Syekh Abdur Rauf Singkel dimana orang / manusia diharapkan tidak terjebak identiknya alam dengan tuhan.

Ia mengatakan wujud Tuhan itu Qadim ( Azali dan Abadi ) sementara keadaan hamba adalah Muhdas ( Baru ). Dari tujuh ( 7 ) martabat itu yang Qodim meliputi Martabat Ahadiyah , Wahdah dan Wahiddiyah merupakan martabat keesaan Alloh swt yang tersembunyi dari pengetahuan manusia, inilah yang di sebut sebagai Wujudulloh. Empat ( 4 ) martabat lainnya termasuk Muhdas yaitu martabat yang serba mungkin dan yang terwujud setelah Alloh swt memfirmankan " KUN " jadilah.

selanjutnya Ia melalui martabat tujuh ini menjelaskan konsep insan kamil ( manusia yang sempurna ). Konsep ini merupakan tujuan pencapaian aktivitas sufi yang hanya bisa di raih dengan penyempurnaan martabat manusia agar sedekat-dekatnya "mirip" dengan Alloh.

Serum Pencerah Wajah Terbaik dari Pond's Indonesia

Assalamu'alaikum,, Hallo cantik,, ada yang baru nih dari pond's yaitu Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum dan Triple Glow Se...