Orang berpuasa akan mendapatkan pahala besar bila dia bisa menjaga puasanya dengan baik, sebaliknya orang berpuasa hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga bila dia tidak bisa menjaga puasanya dengan baik dari perkara – perkara yang bisa menghilangkan pahala puasa.
Dalam sebuah hadits diterangkan :
عن انس رضي الله عن عن رسول الله صلى الله عليه وسلم خمس يفطرن الصائم الكذب والغيبة والنميمة واليمين الكاذب والنظر بشهوة
Dari Anas RA , dari Rosulullah SAW, beliau bersabda :
Lima perkara yang bisa membatalkan pahala puasa yaitu :
1. Bohong ,
2. Menggunjing,
3. Adu domba ,
4. Sumpah Bohong ( Palsu),
5. Melihat dengan syahwat.
{HR. Imam Ghozali, Kitab Bidayatul Hidayah}
Selasa, 29 Mei 2018
Buka Puasa Dengan Rambutan Ajaib
Suatu masa jelang abad ke dua puluh di Ma'had (pesantren) Nasr al-Ma'arif al-Diniyah, Masjid l-Haram, Makkah, Syekh Nawawi tengah menerangkan pada para santrinya terkait puasa Ramadhan.
"Mengingat Hadits Nabi Saw tentang memakan kurma ketika berbuka, saya beritahu kalian, di negeri saya juga ada buah yang tak kalah manis dengan kurma," ucap Syekh Nawawi.
"Betul, Syekh, kalau di jazirah Arabia ini kami memang makan kurma.
Lalu bagaimana dengan negeri Syekh yang tidak ditumbuhi buah kurma?" Tanya salah seorang murid beliau.
"Sebentar."
Syekh Nawawi langsung menyembunyikan tangannya ke bagian punggung. Ratusan santrinya pun mulai terlihat keheranan. Tak lama terdengar oleh mereka suara seperti seseorang yang sedang mengambil buah dari sebuah pohon. Kemudian Syekh Nawawi menyuguhkan buah rambutan yang persis baru diambil dari pohonnya. Sontak para santri pun keheranan dengan apa yang baru saja dilakukan guru mereka.
"Nah, ini yang saya makan pertama kali ketika berbuka puasa di Jawi (Tanara, Banten). Silakan dicicipi," ujar Syekh Nawawi sambil membagikan rambutan (ajaib) tersebut kepada para santrinya.
Subhanallah...
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم...
"Mengingat Hadits Nabi Saw tentang memakan kurma ketika berbuka, saya beritahu kalian, di negeri saya juga ada buah yang tak kalah manis dengan kurma," ucap Syekh Nawawi.
"Betul, Syekh, kalau di jazirah Arabia ini kami memang makan kurma.
Lalu bagaimana dengan negeri Syekh yang tidak ditumbuhi buah kurma?" Tanya salah seorang murid beliau.
"Sebentar."
Syekh Nawawi langsung menyembunyikan tangannya ke bagian punggung. Ratusan santrinya pun mulai terlihat keheranan. Tak lama terdengar oleh mereka suara seperti seseorang yang sedang mengambil buah dari sebuah pohon. Kemudian Syekh Nawawi menyuguhkan buah rambutan yang persis baru diambil dari pohonnya. Sontak para santri pun keheranan dengan apa yang baru saja dilakukan guru mereka.
"Nah, ini yang saya makan pertama kali ketika berbuka puasa di Jawi (Tanara, Banten). Silakan dicicipi," ujar Syekh Nawawi sambil membagikan rambutan (ajaib) tersebut kepada para santrinya.
Subhanallah...
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم...
Hikmah Terbesar Puasa Adalah Takwa
Mengapa demikian ...?
Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."(Al-Baqarah: 183)
Makna taqwa.
Imam Ar-Raghib Al-Asfahani mendenifisikan : “Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, dan menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan” [Al-Mufradat Fi Gharibil Qur’an, hal 531]
Imam Al-Jurjani “ Taqwa yaitu menjaga diri dari siksa Allah dengan menta’atiNya. Yakni menjaga diri dari pekerjaan yang mengakibatkan siksa, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya”
Semua ibadah yang Allah syari’atkan untuk manusia bertujuan membentuk mereka menjadi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa kepada-Nya. Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Wahai manusia, sembahlah Tuhan Penciptamu dan Pencipta orang-orang sebelum kamu agar kamu berTaqwa." (Al-Baqarah : 21)
Faedah taqwa,
Jaminan keberkahan hidup seseorang dan suatu negeri dan keselamatan penduduknya dari azab Allah di dunia dan di akhirat hanya jika mereka bertaqwa kepada Allah.
Allah berfirman :
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan berTaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."(Al-A'raf: 96)
Taqwa merupakan standar penilaian Allah terhadap manusia. Allah tidak jadikan harta, kedudukan, pangkat, kekuasaan dan acuan materi lainnya dalam memuliakan hamba-Nya, tapi hanya dengan taqwa.
Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Wahai sekalian manusia. Sesungguhnya Kami ciptakan kamu sebagai laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan beraneka suku agar kalian mudah untuk saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah di antara kalian adalah yang paling baik Taqwanya." (Al-Hujurat : 13)
Taqwa itu sebaik-baikbaik bekal.
Takwa menjadi standar kualitas hidup dan kemuliaan seorang hamba, maka Taqwa juga Allah jadikan sebaik-baik bekal dalam menuju Allah dan ridha-Nya, sebagaimana firman-Nya :
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah Taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal." (Al-Baqarah : 197)
Taqwa sebaik-baik landasan amaliah kehidupan didunia.
Allah berfirman:
لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ
"Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya." (At-Taubah : 108)
Taqwa dasar diterinya semua ibadah kepada Allaoh.
Sebagaimana kisah diterimanya kurban Habil dan tidak diterima kurban Qobil adalah karena takwa.
Allah berfirman mengisahkan perkataan Habil:
قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ المتقين
Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa” (Al-Maidah : 27)
Allah berfirman,
“Tidak akan sampai kepada Allah daging maupun darahnya (kurban), akan tetapi yang akan sampai kepada-Nya adalah ketaqwaan dari kalian.” (l-Hajj: 37).
Taqwa merupakan sebab keberuntungan.
Allah menjamin kesuksesan dan keberuntungan orang yang bertakwa.
Allah berfirman,
وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
"Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa."(Al-Qoshosh: 83)
Firmannya,
“Bertaqwalah kalian kepada Allah, mudah-mudahan kalian beruntung.” (Al-Baqarah: 189)
Taqwa syarat mendapatkan pertolongan dan pembelaan dari Allah.
Allah berfirman,
“Sesungguhnya Allah senantiasa bersama dengan orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang suka berbuat kebaikan.” (An-Nahl: 128)
Orang paling faqih dan paham agama adalah orang yang paling bertaqwa.
Suatu ketika, Sa’ad bin Ibrahim rahimahullah ditanya mengenai siapakah orang yang paling faqih di antara penduduk Madinah? Maka beliau menjawab, “Yaitu orang yang paling bertaqwa di antara mereka.”
Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."(Al-Baqarah: 183)
Makna taqwa.
Imam Ar-Raghib Al-Asfahani mendenifisikan : “Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, dan menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan” [Al-Mufradat Fi Gharibil Qur’an, hal 531]
Imam Al-Jurjani “ Taqwa yaitu menjaga diri dari siksa Allah dengan menta’atiNya. Yakni menjaga diri dari pekerjaan yang mengakibatkan siksa, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya”
Semua ibadah yang Allah syari’atkan untuk manusia bertujuan membentuk mereka menjadi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa kepada-Nya. Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Wahai manusia, sembahlah Tuhan Penciptamu dan Pencipta orang-orang sebelum kamu agar kamu berTaqwa." (Al-Baqarah : 21)
Faedah taqwa,
Jaminan keberkahan hidup seseorang dan suatu negeri dan keselamatan penduduknya dari azab Allah di dunia dan di akhirat hanya jika mereka bertaqwa kepada Allah.
Allah berfirman :
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan berTaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."(Al-A'raf: 96)
Taqwa merupakan standar penilaian Allah terhadap manusia. Allah tidak jadikan harta, kedudukan, pangkat, kekuasaan dan acuan materi lainnya dalam memuliakan hamba-Nya, tapi hanya dengan taqwa.
Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Wahai sekalian manusia. Sesungguhnya Kami ciptakan kamu sebagai laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan beraneka suku agar kalian mudah untuk saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah di antara kalian adalah yang paling baik Taqwanya." (Al-Hujurat : 13)
Taqwa itu sebaik-baikbaik bekal.
Takwa menjadi standar kualitas hidup dan kemuliaan seorang hamba, maka Taqwa juga Allah jadikan sebaik-baik bekal dalam menuju Allah dan ridha-Nya, sebagaimana firman-Nya :
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah Taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal." (Al-Baqarah : 197)
Taqwa sebaik-baik landasan amaliah kehidupan didunia.
Allah berfirman:
لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ
"Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya." (At-Taubah : 108)
Taqwa dasar diterinya semua ibadah kepada Allaoh.
Sebagaimana kisah diterimanya kurban Habil dan tidak diterima kurban Qobil adalah karena takwa.
Allah berfirman mengisahkan perkataan Habil:
قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ المتقين
Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa” (Al-Maidah : 27)
Allah berfirman,
“Tidak akan sampai kepada Allah daging maupun darahnya (kurban), akan tetapi yang akan sampai kepada-Nya adalah ketaqwaan dari kalian.” (l-Hajj: 37).
Taqwa merupakan sebab keberuntungan.
Allah menjamin kesuksesan dan keberuntungan orang yang bertakwa.
Allah berfirman,
وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
"Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa."(Al-Qoshosh: 83)
Firmannya,
“Bertaqwalah kalian kepada Allah, mudah-mudahan kalian beruntung.” (Al-Baqarah: 189)
Taqwa syarat mendapatkan pertolongan dan pembelaan dari Allah.
Allah berfirman,
“Sesungguhnya Allah senantiasa bersama dengan orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang suka berbuat kebaikan.” (An-Nahl: 128)
Orang paling faqih dan paham agama adalah orang yang paling bertaqwa.
Suatu ketika, Sa’ad bin Ibrahim rahimahullah ditanya mengenai siapakah orang yang paling faqih di antara penduduk Madinah? Maka beliau menjawab, “Yaitu orang yang paling bertaqwa di antara mereka.”
Sedekah dengan Tenaga
Membuat Paving Blok
Untuk Jalan Menuju Madrosah
Di Ponpes Baitul ishlah
مَنْ كَانَ لَهُ مَالٌ فَلْيَتَصَدَّقَ بِمَالِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُ عِلْمٌ فَلْيَتَصَدَّقَ بِعِلْمِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُ قُوَّةٌ فَلْيَتَصَدَّقَ بِقُوَّتِهِ (عن أنس ابن مالك)
“Barangsiapa yang memiliki harta, maka hendaknya ia bersedekah dengan hartanya.
Dan barangsiapa yang memiliki ilmu, maka hendaknya ia bersedekah dengan ilmunya.
Serta barangsiapa yang memiliki tenaga, maka hendaknya ia bersedekah dengan tenaganya.“
(Dari Anas bin Malik, Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2: 59)
Untuk Jalan Menuju Madrosah
Di Ponpes Baitul ishlah
مَنْ كَانَ لَهُ مَالٌ فَلْيَتَصَدَّقَ بِمَالِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُ عِلْمٌ فَلْيَتَصَدَّقَ بِعِلْمِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُ قُوَّةٌ فَلْيَتَصَدَّقَ بِقُوَّتِهِ (عن أنس ابن مالك)
“Barangsiapa yang memiliki harta, maka hendaknya ia bersedekah dengan hartanya.
Dan barangsiapa yang memiliki ilmu, maka hendaknya ia bersedekah dengan ilmunya.
Serta barangsiapa yang memiliki tenaga, maka hendaknya ia bersedekah dengan tenaganya.“
(Dari Anas bin Malik, Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2: 59)
Datang Bulan Ramadhan Tetapi Tidak Diampuni Dosa, Sungguh Sangat RUGI !!!
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم صَعِدَ الْمِنْبَرَ ، فَقَالَ : آمِينَ ، آمِينَ ، آمِينَ ، فَقِيلَ : يَا رَسُولَ اللهِ ، إِنَّكَ حِينَ صَعِدْتَ الْمِنْبَرَ قُلْتَ : آمِينَ ، آمِينَ ، آمِينَ ؟ قَالَ : إِنَّ جِبْرِيلَ آتَانِي فَقَالَ : مَنْ أَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغَفَرْ لَهُ فَدَخَلَ النَّارَ فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ آمِينَ فَقُلْتُ : آمِينَ ، وَمَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ ، أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُبِرَّهُمَا فَمَاتَ فَدَخَلَ النَّارَ فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ : آمِينَ ، فَقُلْتُ : آمِينَ ، وَمَنْ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ فَمَاتَ فَدَخَلَ النَّارَ فَأَبَعْدَهُ اللَّهُ , قُلْ : آمِينَ , قُلْتُ : آمِينَ.
Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhumeriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menaiki mimbar, lalu beliau bersabda:“Amin, amin, amin,” lalau beliau ditanya: “Sesungguhnya engkau ketika naik ke atas mimbar, mengucapkan: “Amin, amin, amin?”, beliau menjawab: “Sesungguhnya Jibril ‘alaihissalam telah mendatangiku, ia berkata: “Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan dan tidak diampuni dosanya, akhirnya ia masuk ke dalam neraka dan dijauhkanAllah (dari surga), katakanlah: “Amin”, lalu akupun mengucapkan: “Amin”, Ia berkata: “Barangsiapa yang mendapati kedua orangtunya atau salah satunya tetapi ia tidak berbakti kepada keduanya, maka tidak diampuni dosanya, dan ia masuk ke dalam neraka dan dijauhkan Allah (dari surga), katakanlah: “Amin”, lalu akupun mengucapkan: “Amin”, ia berkata: “Barangsiapa yang disebutkan namamu didepanya dan ia tidak bershalawat atasmu lalu ia meninggal dan masuk ke dalam neraka dan dijauhkanAllah (dari surga), katakanlah: “Amin”, lalu akupun mengucapkan: “Amin.” HR. Ibnu Hibba dan Ibnu Khuzaimah.
Perbuatan yang Sangat Dianjurkan di Bulan Ramadhan
1. Memperbanyak Shadaqah.
2. Memperbanyak Bacaan Al-Qur’an, Dzikir, Do'a, dan Shalat.
● Ibnu ‘Abbas ra Meriwayatkan:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُوْنُ فِيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
“Rasulullah Saw adalah orang yang Paling Dermawan, Dan Beliau lebih Dermawan lagi di Bulan Ramadhan, Ketika Jibril Menemuinya lalu Membacakan Padanya Al-Qur`an.”
(HR. Al-Bukhari)
3. Memberikan Makan kepada orang yang Berbuka Puasa.
● Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barangsiapa yang Memberi Makan orang yang Berpuasa,
Maka Baginya seperti Pahala (yang berpuasa) dalam keadaan Tidak Berkurang Sedikitpun dari Pahala orang yang Berpuasa itu.”
(HR. Ahmad, 4/114).
————————————————
2. Memperbanyak Bacaan Al-Qur’an, Dzikir, Do'a, dan Shalat.
● Ibnu ‘Abbas ra Meriwayatkan:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُوْنُ فِيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
“Rasulullah Saw adalah orang yang Paling Dermawan, Dan Beliau lebih Dermawan lagi di Bulan Ramadhan, Ketika Jibril Menemuinya lalu Membacakan Padanya Al-Qur`an.”
(HR. Al-Bukhari)
3. Memberikan Makan kepada orang yang Berbuka Puasa.
● Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barangsiapa yang Memberi Makan orang yang Berpuasa,
Maka Baginya seperti Pahala (yang berpuasa) dalam keadaan Tidak Berkurang Sedikitpun dari Pahala orang yang Berpuasa itu.”
(HR. Ahmad, 4/114).
————————————————
Bab Puasa
Berikut Terjemah dari Kitab Taqrib li Abi Syuja'
كتاب الصيام
وشرائط وجوب الصيام أربعة أشياء: الإسلام والبلوغ والعقل والقدرة على الصوم.
KITAB PUASA
SYARAT WAJIB PUASA
Syarat wajib puasa ada empat yaitu Islam, baligh, berakal sehat, mampu berpuasa.
وفرائض الصوم أربعة أشياء: النية والإمساك عن الأكل والشرب والجماع وتعمد القيء.
Adapun fardhu/rukun atau tatacara puasa ada empat yaitu niat, menahan diri dari makan dan minum, jimak (hubungan intim), sengaja muntah.
والذي يفطر به الصائم عشرة أشياء: ما وصل عمدا إلى الجوف والرأس والحقنة في أحد السبيلين والقيء عمدا والوطء عمدا في الفرج والإنزال عن مباشرة والحيض والنفاس والجنون والردة
YANG MEMBATALKAN PUASA
Yang membatalkan puasa ada sepuluh yaitu suatu benda yang sampai dengan sengaja ke dalam perut dan kepala dan suntik ke salah satu dua jalan (kemaluan depan belakang), muntah dengan sengaja, hubungan intim (jimak/watik) secara sengaja di kemaluan wanita, keluar mani (sperma) sebab persentuhan, haid, nifas, gila, murtad.
.
ويستحب في الصوم ثلاثة أشياء: تعجيل الفطر وتأخير السحور وترك الهجر من الكلام
YANG DISUNNAHKAN SAAT PUASA
Dan disunnahkan dalam berpuasa itu 3 hal:
(a) Cepat-cepat/bersegera berbuka (ketika waktunya datang);
(b) mengakhirkan sahur;
(c) meninggalkan perkaatan keji/buruk.
ويحرم صيام خمسة أيام: العيدان وأيام التشريق الثلاثة
HARI YANG DIHARAMKAN PUASA
Haramlah berpuasa pada hari-hari yang lima, yaitu
(a) hari raya dua (Fitri dan Adha);
(b) hari-hari tasyriq yang tiga (tanggal 11, 12, 13 Dzul Hijjah).
.
ويكره صوم يوم الشك إلا أن يوافق عادة له
Dan dimakruhkan (makruh tahrim) berpuasa pada hari keraguan (yaitu tanggal 30 Sya'ban, bila keadaan rukyah masih meragukan), kecuali bila bertepatan dengan hari kebiasaan bagi dia (berpuasa sunnah).
.
ومن وطئ في نهار رمضان عامدا في الفرج فعليه القضاء والكفارة وهي: عتق رقبة مؤمنة فإن لم يجد فصيام شهرين متتابعين فإن لم يستطع فإطعام ستين مسكينا لكل مسكين مد
Barangsiapa bersetubuh (berhubungan intim) pada siang hari bulan Ramadhan dengan sengaja pada kemaluan (muka atau belakang) wajiblah ia mengqadha' dan membayar kafarat (denda) yaitu memerdekakan budak mukmin. Jika tidak ada, wajiblah ia berpuasa 2 bulan berturut-turut. Jika tidak dapat (mengerjakannya) wajiblah ia memberi makan kepada 60 orang miskin, untuk tiap orang 1 mud (6 ons makanan pokok).
.
ومن مات وعليه صيام من رمضان أطعم عنه لكل يوم مد
Barangsiapa meninggal dunia sedang ia mempunyai tanggungan puasa dari Ramadan, haruslah dikeluarkan makan atas namanya(kepada orang miskin, oleh walinya dari harta peninggalannya) untuk tiap hari 1 mud).
.
والشيخ إن عجز عن الصوم يفطر ويطعم عن كل يوم مدا. والحامل والمرضع إن خافتا على أنفسهما: أفطرتا وعليهما القضاء وإن خافتا على أولادهما: أفطرتا وعليهما القضاء والكفارة عن كل يوم مد وهو رطل وثلث بالعراقي والمريض والمسافر سفرا طويلا يفطران ويقضيان.
Orang tua yang telah lanjut usia (pikun, termasuk juga orang sakit yang tak ada harapan untuk sembuh) jika tidak kuat berpuasa, boleh berbuka (tidak puasa) dan harus memberi makan (kepada orang miskin) untuk tiap hari 1 mud.
Wanita hamil dan wanita yang menyusui jika kuatir akan terganggu kesehatan dirinya, boleh berbuka (tidak puasa) dan wajiblah kedunya mengqadha. Jika keduanya kuatir akan (terganggu kesehatan) anaknya, boleh berbuka puasa dan wajib mengqadha' serta membayar kafarat untuk tiap hari 1 mud yaitu 1/2 kati Irak (6 ons).
Orang sakit dan orang musafir yang bepergian jauh boleh keduanya berbuka dan harus mengqadha'.
(فصل) والاعتكاف سنة مستحبة وله شرطان: النية والبث في المسجد.
ولا يخرج من الاعتكاف المنذور إلا لحاجة الإنسان أو عذر من حيض أو مرض لا يمكن المقام معه ويبطل بالوطء.
I'TIKAF
I'tikaf (iktikaf) atau berdiam diri di masjid itu adalah sunnah yang disenangi oleh Allah. Dan i'tikaf itu mempunyai 2 syarat, yaitu niat dan berdiam di masjid.
Seseorang tidak boleh keluar dari (masjid ketika menjalankan) i'tikaf yang dinazari kecuali untuk keperluan manusia (seperti kencing dan berak) atau karena terhalang oleh haid atau sakit yang tak memungkinkan orang berdiam di masjid Dan batallah i'tikaf itu sebab persetubuhan (hubungan intim).
كتاب الصيام
وشرائط وجوب الصيام أربعة أشياء: الإسلام والبلوغ والعقل والقدرة على الصوم.
KITAB PUASA
SYARAT WAJIB PUASA
Syarat wajib puasa ada empat yaitu Islam, baligh, berakal sehat, mampu berpuasa.
وفرائض الصوم أربعة أشياء: النية والإمساك عن الأكل والشرب والجماع وتعمد القيء.
Adapun fardhu/rukun atau tatacara puasa ada empat yaitu niat, menahan diri dari makan dan minum, jimak (hubungan intim), sengaja muntah.
والذي يفطر به الصائم عشرة أشياء: ما وصل عمدا إلى الجوف والرأس والحقنة في أحد السبيلين والقيء عمدا والوطء عمدا في الفرج والإنزال عن مباشرة والحيض والنفاس والجنون والردة
YANG MEMBATALKAN PUASA
Yang membatalkan puasa ada sepuluh yaitu suatu benda yang sampai dengan sengaja ke dalam perut dan kepala dan suntik ke salah satu dua jalan (kemaluan depan belakang), muntah dengan sengaja, hubungan intim (jimak/watik) secara sengaja di kemaluan wanita, keluar mani (sperma) sebab persentuhan, haid, nifas, gila, murtad.
.
ويستحب في الصوم ثلاثة أشياء: تعجيل الفطر وتأخير السحور وترك الهجر من الكلام
YANG DISUNNAHKAN SAAT PUASA
Dan disunnahkan dalam berpuasa itu 3 hal:
(a) Cepat-cepat/bersegera berbuka (ketika waktunya datang);
(b) mengakhirkan sahur;
(c) meninggalkan perkaatan keji/buruk.
ويحرم صيام خمسة أيام: العيدان وأيام التشريق الثلاثة
HARI YANG DIHARAMKAN PUASA
Haramlah berpuasa pada hari-hari yang lima, yaitu
(a) hari raya dua (Fitri dan Adha);
(b) hari-hari tasyriq yang tiga (tanggal 11, 12, 13 Dzul Hijjah).
.
ويكره صوم يوم الشك إلا أن يوافق عادة له
Dan dimakruhkan (makruh tahrim) berpuasa pada hari keraguan (yaitu tanggal 30 Sya'ban, bila keadaan rukyah masih meragukan), kecuali bila bertepatan dengan hari kebiasaan bagi dia (berpuasa sunnah).
.
ومن وطئ في نهار رمضان عامدا في الفرج فعليه القضاء والكفارة وهي: عتق رقبة مؤمنة فإن لم يجد فصيام شهرين متتابعين فإن لم يستطع فإطعام ستين مسكينا لكل مسكين مد
Barangsiapa bersetubuh (berhubungan intim) pada siang hari bulan Ramadhan dengan sengaja pada kemaluan (muka atau belakang) wajiblah ia mengqadha' dan membayar kafarat (denda) yaitu memerdekakan budak mukmin. Jika tidak ada, wajiblah ia berpuasa 2 bulan berturut-turut. Jika tidak dapat (mengerjakannya) wajiblah ia memberi makan kepada 60 orang miskin, untuk tiap orang 1 mud (6 ons makanan pokok).
.
ومن مات وعليه صيام من رمضان أطعم عنه لكل يوم مد
Barangsiapa meninggal dunia sedang ia mempunyai tanggungan puasa dari Ramadan, haruslah dikeluarkan makan atas namanya(kepada orang miskin, oleh walinya dari harta peninggalannya) untuk tiap hari 1 mud).
.
والشيخ إن عجز عن الصوم يفطر ويطعم عن كل يوم مدا. والحامل والمرضع إن خافتا على أنفسهما: أفطرتا وعليهما القضاء وإن خافتا على أولادهما: أفطرتا وعليهما القضاء والكفارة عن كل يوم مد وهو رطل وثلث بالعراقي والمريض والمسافر سفرا طويلا يفطران ويقضيان.
Orang tua yang telah lanjut usia (pikun, termasuk juga orang sakit yang tak ada harapan untuk sembuh) jika tidak kuat berpuasa, boleh berbuka (tidak puasa) dan harus memberi makan (kepada orang miskin) untuk tiap hari 1 mud.
Wanita hamil dan wanita yang menyusui jika kuatir akan terganggu kesehatan dirinya, boleh berbuka (tidak puasa) dan wajiblah kedunya mengqadha. Jika keduanya kuatir akan (terganggu kesehatan) anaknya, boleh berbuka puasa dan wajib mengqadha' serta membayar kafarat untuk tiap hari 1 mud yaitu 1/2 kati Irak (6 ons).
Orang sakit dan orang musafir yang bepergian jauh boleh keduanya berbuka dan harus mengqadha'.
(فصل) والاعتكاف سنة مستحبة وله شرطان: النية والبث في المسجد.
ولا يخرج من الاعتكاف المنذور إلا لحاجة الإنسان أو عذر من حيض أو مرض لا يمكن المقام معه ويبطل بالوطء.
I'TIKAF
I'tikaf (iktikaf) atau berdiam diri di masjid itu adalah sunnah yang disenangi oleh Allah. Dan i'tikaf itu mempunyai 2 syarat, yaitu niat dan berdiam di masjid.
Seseorang tidak boleh keluar dari (masjid ketika menjalankan) i'tikaf yang dinazari kecuali untuk keperluan manusia (seperti kencing dan berak) atau karena terhalang oleh haid atau sakit yang tak memungkinkan orang berdiam di masjid Dan batallah i'tikaf itu sebab persetubuhan (hubungan intim).
6 Penyakit Akibat Terlalu Kenyang
Awas jangan terlalu kenyang…!
begitulah kira-kira pesan Rasulullah saw bila dibahasakan dalam bentuk peringatan. sayangnya hadits itu hanya bersifat informatif belaka bahwa
أصل كل داء البردة وأصل كل دواء الازمة يعنى الجوع
Iashlu kulli da-in albardatu wa ashlu kulli dawa-in al-azmatu ya’ni al-ju’u
“pangkal segala penyakit adalah terlalu kenyang dan pangkal segala obat adalah lapar"
Dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin, al-Ghazali menjabarkan bahwa ada enam macam penyakit yang diakibatkan kondisi terlalu kenyang. Sebagian merupakan penyakit fisik dan lainnya adalah penyakit batin. Keenam penyakit itu adalah;
Pertama melunturkan rasa takut kepada Allah swt. orang yang terbiasa dalam kondisi kenyang akan selalu merasa kecukupan dan akan terbersit dalam hatinya bahwa ia tidak membutuhkan orang lain lagi, bahkan secara perlahan juga menyingkirkan Allah swt sebagai Yang Maha Pemberi Rzki. Karena seseungguhnya ia mengira bahwa makanan itu merupakan hasil keringatnya.
Penyakit Kedua merupakan lanjutan dari proses penyakit pertama. Ketika rasa takut kepada-Nya telah tiada, maka seseorang akan bermalas-malasan untuk beribadah.
Penyakit ketiga adalah lenyapnya rasa kasihan terhadap sesama, karena dia mengira semua orang telah kenyang sepertinya. Hatinya begitu dangkal untuk sekedar ikut memahami dan merasakan kondisi orang lain.
Penyakit keempat adalah tertutupnya hati dan telinga dari berbagai macam hikmah dan kebijakan yang datang kepadanya. Sehingga mereka yang dalam kondisi kenyang sangat susah menerima nasehat dan petuah akan kebaikan.
Begitupun sebaliknya, (penyakit kelima) ketika seseorang yang dalam kondisi kenyang memberikan nasehat maupun petuah pastilah nasehat itu akan terbang dibawa angin dan tidak akan berkesan di hati pendengarnya.
Dan penyakit keenam bahwasannya kondisi kenyang akan mengundang penyakit. Mengenai hal ini fenomena merebaknya penyakit diabets, kolesterol, hipertensi dan lain sebagainya adalah bukti nyata dari hadits Rasulullah saw di atas.
Oleh karena itulah, hendaknya manusia mewaspadai kondisi terlalu kenyang. Hal ini yang sedari dulu diajarkan oleh para kyai di pesantren, bahwa berhentilah makan sebelum kenyang.
Karena kondisi kenyang gampang mengundang setan. Rasulullah saw bersabda
إن الشيطان يجرى من ابن أدم مجرى الدم فضيقوا مجاريه بالجوع
Innas syaithana yajri min ibni adam majrad dammi, fadhayyiqu majariyahu bilju’i
Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia di tempat jalannya darah. Maka persempitlah jalannya itu dengan mengosongkan perut.
Sabda Baginda Rasulullah saw:
اَلْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَ الْفُرْقَةُ عَذَابٌ
“Persatuan (berjamaah) adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab”.
(HR. Ahmad dari Nu’man bin Basyîr dengan derajat hasan).
begitulah kira-kira pesan Rasulullah saw bila dibahasakan dalam bentuk peringatan. sayangnya hadits itu hanya bersifat informatif belaka bahwa
أصل كل داء البردة وأصل كل دواء الازمة يعنى الجوع
Iashlu kulli da-in albardatu wa ashlu kulli dawa-in al-azmatu ya’ni al-ju’u
“pangkal segala penyakit adalah terlalu kenyang dan pangkal segala obat adalah lapar"
Dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin, al-Ghazali menjabarkan bahwa ada enam macam penyakit yang diakibatkan kondisi terlalu kenyang. Sebagian merupakan penyakit fisik dan lainnya adalah penyakit batin. Keenam penyakit itu adalah;
Pertama melunturkan rasa takut kepada Allah swt. orang yang terbiasa dalam kondisi kenyang akan selalu merasa kecukupan dan akan terbersit dalam hatinya bahwa ia tidak membutuhkan orang lain lagi, bahkan secara perlahan juga menyingkirkan Allah swt sebagai Yang Maha Pemberi Rzki. Karena seseungguhnya ia mengira bahwa makanan itu merupakan hasil keringatnya.
Penyakit Kedua merupakan lanjutan dari proses penyakit pertama. Ketika rasa takut kepada-Nya telah tiada, maka seseorang akan bermalas-malasan untuk beribadah.
Penyakit ketiga adalah lenyapnya rasa kasihan terhadap sesama, karena dia mengira semua orang telah kenyang sepertinya. Hatinya begitu dangkal untuk sekedar ikut memahami dan merasakan kondisi orang lain.
Penyakit keempat adalah tertutupnya hati dan telinga dari berbagai macam hikmah dan kebijakan yang datang kepadanya. Sehingga mereka yang dalam kondisi kenyang sangat susah menerima nasehat dan petuah akan kebaikan.
Begitupun sebaliknya, (penyakit kelima) ketika seseorang yang dalam kondisi kenyang memberikan nasehat maupun petuah pastilah nasehat itu akan terbang dibawa angin dan tidak akan berkesan di hati pendengarnya.
Dan penyakit keenam bahwasannya kondisi kenyang akan mengundang penyakit. Mengenai hal ini fenomena merebaknya penyakit diabets, kolesterol, hipertensi dan lain sebagainya adalah bukti nyata dari hadits Rasulullah saw di atas.
Oleh karena itulah, hendaknya manusia mewaspadai kondisi terlalu kenyang. Hal ini yang sedari dulu diajarkan oleh para kyai di pesantren, bahwa berhentilah makan sebelum kenyang.
Karena kondisi kenyang gampang mengundang setan. Rasulullah saw bersabda
إن الشيطان يجرى من ابن أدم مجرى الدم فضيقوا مجاريه بالجوع
Innas syaithana yajri min ibni adam majrad dammi, fadhayyiqu majariyahu bilju’i
Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia di tempat jalannya darah. Maka persempitlah jalannya itu dengan mengosongkan perut.
Sabda Baginda Rasulullah saw:
اَلْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَ الْفُرْقَةُ عَذَابٌ
“Persatuan (berjamaah) adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab”.
(HR. Ahmad dari Nu’man bin Basyîr dengan derajat hasan).
Puasa Adalah Perisai
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah berfirman:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
“Semua amal anak Adam untuknya selain puasa, puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya.”.
Puasa itu perisai, maka jika kamu sedang berpuasa, janganlah berkata kotor dan berteriak-teriak.
Jika ada yang memaki atau mengajak bertengkar, katakanlah,
“Saya sedang puasa”,
kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi (Allah) yang nyawa Muhammad di Tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wangi kesturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan; kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya dengan puasanya itu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kamis, 24 Mei 2018
Kami Para Santri Tetap Semangat Puasa,
Sehingga Kami Terhindar Dari Berkata Kotor, Berteriak-teriak Atau Memaki Dan Bertengkar Serta Kami Masih Bisa Aktivitas Di Halaman Pesantren.
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
“Semua amal anak Adam untuknya selain puasa, puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya.”.
Puasa itu perisai, maka jika kamu sedang berpuasa, janganlah berkata kotor dan berteriak-teriak.
Jika ada yang memaki atau mengajak bertengkar, katakanlah,
“Saya sedang puasa”,
kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi (Allah) yang nyawa Muhammad di Tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wangi kesturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan; kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya dengan puasanya itu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kamis, 24 Mei 2018
Kami Para Santri Tetap Semangat Puasa,
Sehingga Kami Terhindar Dari Berkata Kotor, Berteriak-teriak Atau Memaki Dan Bertengkar Serta Kami Masih Bisa Aktivitas Di Halaman Pesantren.
Hadits Keutamaan Puasa Secara Mutlak
Berikut adalah beberapa hadits tentang keutamaan puasa secara mutlak (dalam artian tidak diembel-embeli dengan kata Romadlon)
🔘 Masuk ke surga melalui pintu "Al-Royyan", yaitu pintu yang dikhususkan untuk orang yang berpuasa, sedangkan semua pintu surga berjumlah delapan.
Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'ad bahwa Nabi bersabda:
إن في الجنة بابا يقال له الريان يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم يقال أين الصائمون فيقومون فيدخلون فإذا دخلوا أغلق عليهم فلم يدخل منه أحد (أخرجه أحمد والشيخان البخاري ومسلم).
"Sesungguhnya terdapat pintu di surga yang dinamakan "Al-Royyan". Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari kiamat, dan selain mereka tidak akan masuk melalui pintu itu. Dikatakan: "Dimanakah orang-orang yang berpuasa?". Maka mereka pun berdiri dan masuk (melalui pintu itu). Bila mereka telah masuk, maka pintu itu dikunci dan tidak akan ada seorang pun yang bisa masuk melalui pintu itu setelah mereka".
Nabi bersabda:
في الجنة ثمانية أبواب، باب يسمى الريان لا يدخله إلا الصائمون (أخرجه البخاري)
"Didalam surga terdapat delapan pintu. Salah satunya bernama "Al-Royyan", tidak akan memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa".
🔘 Meminum air yang tidak akan terasa haus setelah meminumnya.
Nabi bersabda:
للصائمين باب في الجنة يقال له الريان لا يدخل فيه أحد غيرهم فإذا دخل آخرهم أغلق من دخل فيه شرب ومن شرب لم يظمأ أبدا (أخرجه النسائي)
"Bagi orang-orang yang berpuasa terdapat pintu di surga bernama "Al-Royyan", tidak akan masuk ke dalamnya seorang pun selain mereka. Bila orang terakhir dari mereka telah masuk ke dalamnya, maka pintu itu dikunci. Barangsiapa siapa masuk ke dalamnya, maka ia akan minum, dan barangsiapa minum, maka ia tidak akan dahaga selamanya".
🔘 Puasa merupakan salah satu dari dua tameng penjaga, sebagaimana hadits berikut:
حصنا أمتي الصيام والقيام (أخرجه أحمد والطبراني عن ابن عمر رضي الله عنهما)
"Terdapat dua tameng umatku: puasa dan sholat".
Nabi bersabda:
الصيام جنة (أخرجه أحمد والنسائي عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم)
"Puasa adalah tameng".
Al-Imam Abdul Barr berkata: "Tameng yang kuat serta melindungi dari neraka".
Seperti dalam sebagian riwayat.
Al-Qodliy 'Iyadl berkata: "Tameng yang kokoh dari (menerjang) dosa-dosa". Sebagaimana riwayat lainnya.
Dalam riwayat yang disampaikan oleh 'Ustman bin Abil 'Ash, Nabi bersabda:
الصيام جنة من النار كجنة أحدكم من القتال ما لم يخرقها بكذب أو غيبة (أخرجه أحمد والنسائي وابن ماجه)
"Puasa adalah tameng dari neraka, sebagaimana tameng salah satu kalian dari peperangan, selama ia tidak merusaknya dengan berbohong dan ghibah".
Hadits ini menguatkan pendapat yang disepakati bahwa yang dimaksud dengan puasa disini adalah puasanya yang tidak disertai adanya kemaksiatan baik ucapan maupun perbuatan.
Nabi bersabda:
الصيام جنة من النار، فمن أصبح صائما فلا يجهل يومئذ وإن امرؤ جهل عليه فلا يشتمه ولا يسبه وليقل إني صائم والذي نفس محمد بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك (أخرجه النسائي عن السيدة عائشة رضي الله عنها).
"Puasa adalah tameng dari neraka. Barangsiapa berpagi-pagi dalam keadaan berpuasa, maka janganlah ia berbuat bodoh. Dan bila seseorang berbuat bodoh terhadapnya, maka janganlah ia mengumpat dan janganlah mencacinya, serta katakanlah: "Aku adalah orang yang berpuasa". Demi Dzat yang jiwa Muhammad berapa pada tangan-Nya sesungguhnya bau tidak enak mulut orang berpuasa itu lebih wangi menurut ALLOH dari pada wangi minyak misik".
Dalam sebagian hadist diatas dijelaskan bila ada seseorang yang akan berbuat tidak baik kepada orang yang berpuasa, hendaklah ia berkata: "Aku adalah orang yang berpuasa".
Dalam mengucapkannya bisa menggunakan lisan agar orang berbuat tidak baik mencegah diri dari perbuatannya. Hal ini bila dia merasa aman dari pamer terhadap puasanya. Atau diucapkan dalam hati agar diri orang yang berpuasa pun juga tercegah dari melakukan hal yang tidak baik.
🔘 Dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa
إن للصائم فرحتين فرحة حين يفطر وفرحة يوم القيامة (أخرجه أبو الشيخ في الثواب)
"Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa terdapat dua kebahagiaan, bahagia saat berbuka dan bahagia pada hari kiamat".
Yang dimaksud dengan dua kebahagiaan dalam hadist itu adalah:
1. Kebahagiaan saat buka, karena kita cenderung bahagia dengan berbuka puasa. Atau berbahagia karena adanya pertolongan ALLOH sehingga puasa pada hari itu menjadi sempurna. Jika dipandang dari sisi ini, maka makna dari berbuka adalah masuknya waktu berbuka, bukan berbuka itu sendiri.
2. Kebahagiaan saat hari kiamat atau saat bertemu dengan Tuhan-nya. Hal itu karena orang yang berpuasa melihat besarnya pahala yang disediakan oleh ALLOH untuk orang yang berpuasa.
ALLOH Berfirman dalam hadist Qudsiy:
كل عمل ابن آدم له إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به (أخرجه الشيخان والنسائي وابن حبان عن أبي هريرة رضي الله عنه).
"Setiap amal anak Adam itu baginya, kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-KU dan Aku yang akan memberikan balasannya".
🔘 Disandarkannya pahala puasa kepada ALLOH dan berlipat-lipatnya pahala yang dianugerahkan.
Nabi bersabda:
كل عمل ابن آدم يضاعف الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف إلى ما شاء الله قال تعالى إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به يدع شهوته وطعامه من أجلي (أخرجه أحمد والبخاري والنسائي وابن ماجه عن أبي هريرة رضي الله عنه)
"Setiap amal anak Adam itu dilipatgandakan. Satu kebaikan dengan sepuluh kali lipat, Sampai tujuh ratus kali lipat, sampai berapa pun yang dikehendaki ALLOH. ALLOH Berfirman: "Kecuali Puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-KU dan Aku yang akan memberikan balasannya. Ia meninggalkan kesenangan dan makanannyakarena-Ku".
Pengecualian dalam hadist itu menjelaskan tentang keistimewaan puasa dari amal ibadah lainnya. Hal itu karena puasa disandarkan langsung kepada ALLOH, yang menunjukkan kemuliaan puasa, sehingga memberikan suatu pemahaman akan besarnya pahala, sampai akal manusia tidak mampu untuk mengetahuinya.
ALLOH berfirman dalam Hadist Qudsiy:
الحسنة بعشر وأزيد والسيئة واحدة وأمحوها (أخرجه البغوي عن رجل من الصحابة).
"Satu kebaikan dibalas sepuluh dan AKU tambahi, dan satu kejelekan dibalas satu dan AKU hapus kejelekan itu".
{Kitab "Ithafu Ahli Al-Islam Bi-Khushushiyyati Al-Siyam" karya Al-Imam Ibnu Hajar Al-Haitami}
🔘 Masuk ke surga melalui pintu "Al-Royyan", yaitu pintu yang dikhususkan untuk orang yang berpuasa, sedangkan semua pintu surga berjumlah delapan.
Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'ad bahwa Nabi bersabda:
إن في الجنة بابا يقال له الريان يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم يقال أين الصائمون فيقومون فيدخلون فإذا دخلوا أغلق عليهم فلم يدخل منه أحد (أخرجه أحمد والشيخان البخاري ومسلم).
"Sesungguhnya terdapat pintu di surga yang dinamakan "Al-Royyan". Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari kiamat, dan selain mereka tidak akan masuk melalui pintu itu. Dikatakan: "Dimanakah orang-orang yang berpuasa?". Maka mereka pun berdiri dan masuk (melalui pintu itu). Bila mereka telah masuk, maka pintu itu dikunci dan tidak akan ada seorang pun yang bisa masuk melalui pintu itu setelah mereka".
Nabi bersabda:
في الجنة ثمانية أبواب، باب يسمى الريان لا يدخله إلا الصائمون (أخرجه البخاري)
"Didalam surga terdapat delapan pintu. Salah satunya bernama "Al-Royyan", tidak akan memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa".
🔘 Meminum air yang tidak akan terasa haus setelah meminumnya.
Nabi bersabda:
للصائمين باب في الجنة يقال له الريان لا يدخل فيه أحد غيرهم فإذا دخل آخرهم أغلق من دخل فيه شرب ومن شرب لم يظمأ أبدا (أخرجه النسائي)
"Bagi orang-orang yang berpuasa terdapat pintu di surga bernama "Al-Royyan", tidak akan masuk ke dalamnya seorang pun selain mereka. Bila orang terakhir dari mereka telah masuk ke dalamnya, maka pintu itu dikunci. Barangsiapa siapa masuk ke dalamnya, maka ia akan minum, dan barangsiapa minum, maka ia tidak akan dahaga selamanya".
🔘 Puasa merupakan salah satu dari dua tameng penjaga, sebagaimana hadits berikut:
حصنا أمتي الصيام والقيام (أخرجه أحمد والطبراني عن ابن عمر رضي الله عنهما)
"Terdapat dua tameng umatku: puasa dan sholat".
Nabi bersabda:
الصيام جنة (أخرجه أحمد والنسائي عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم)
"Puasa adalah tameng".
Al-Imam Abdul Barr berkata: "Tameng yang kuat serta melindungi dari neraka".
Seperti dalam sebagian riwayat.
Al-Qodliy 'Iyadl berkata: "Tameng yang kokoh dari (menerjang) dosa-dosa". Sebagaimana riwayat lainnya.
Dalam riwayat yang disampaikan oleh 'Ustman bin Abil 'Ash, Nabi bersabda:
الصيام جنة من النار كجنة أحدكم من القتال ما لم يخرقها بكذب أو غيبة (أخرجه أحمد والنسائي وابن ماجه)
"Puasa adalah tameng dari neraka, sebagaimana tameng salah satu kalian dari peperangan, selama ia tidak merusaknya dengan berbohong dan ghibah".
Hadits ini menguatkan pendapat yang disepakati bahwa yang dimaksud dengan puasa disini adalah puasanya yang tidak disertai adanya kemaksiatan baik ucapan maupun perbuatan.
Nabi bersabda:
الصيام جنة من النار، فمن أصبح صائما فلا يجهل يومئذ وإن امرؤ جهل عليه فلا يشتمه ولا يسبه وليقل إني صائم والذي نفس محمد بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك (أخرجه النسائي عن السيدة عائشة رضي الله عنها).
"Puasa adalah tameng dari neraka. Barangsiapa berpagi-pagi dalam keadaan berpuasa, maka janganlah ia berbuat bodoh. Dan bila seseorang berbuat bodoh terhadapnya, maka janganlah ia mengumpat dan janganlah mencacinya, serta katakanlah: "Aku adalah orang yang berpuasa". Demi Dzat yang jiwa Muhammad berapa pada tangan-Nya sesungguhnya bau tidak enak mulut orang berpuasa itu lebih wangi menurut ALLOH dari pada wangi minyak misik".
Dalam sebagian hadist diatas dijelaskan bila ada seseorang yang akan berbuat tidak baik kepada orang yang berpuasa, hendaklah ia berkata: "Aku adalah orang yang berpuasa".
Dalam mengucapkannya bisa menggunakan lisan agar orang berbuat tidak baik mencegah diri dari perbuatannya. Hal ini bila dia merasa aman dari pamer terhadap puasanya. Atau diucapkan dalam hati agar diri orang yang berpuasa pun juga tercegah dari melakukan hal yang tidak baik.
🔘 Dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa
إن للصائم فرحتين فرحة حين يفطر وفرحة يوم القيامة (أخرجه أبو الشيخ في الثواب)
"Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa terdapat dua kebahagiaan, bahagia saat berbuka dan bahagia pada hari kiamat".
Yang dimaksud dengan dua kebahagiaan dalam hadist itu adalah:
1. Kebahagiaan saat buka, karena kita cenderung bahagia dengan berbuka puasa. Atau berbahagia karena adanya pertolongan ALLOH sehingga puasa pada hari itu menjadi sempurna. Jika dipandang dari sisi ini, maka makna dari berbuka adalah masuknya waktu berbuka, bukan berbuka itu sendiri.
2. Kebahagiaan saat hari kiamat atau saat bertemu dengan Tuhan-nya. Hal itu karena orang yang berpuasa melihat besarnya pahala yang disediakan oleh ALLOH untuk orang yang berpuasa.
ALLOH Berfirman dalam hadist Qudsiy:
كل عمل ابن آدم له إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به (أخرجه الشيخان والنسائي وابن حبان عن أبي هريرة رضي الله عنه).
"Setiap amal anak Adam itu baginya, kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-KU dan Aku yang akan memberikan balasannya".
🔘 Disandarkannya pahala puasa kepada ALLOH dan berlipat-lipatnya pahala yang dianugerahkan.
Nabi bersabda:
كل عمل ابن آدم يضاعف الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف إلى ما شاء الله قال تعالى إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به يدع شهوته وطعامه من أجلي (أخرجه أحمد والبخاري والنسائي وابن ماجه عن أبي هريرة رضي الله عنه)
"Setiap amal anak Adam itu dilipatgandakan. Satu kebaikan dengan sepuluh kali lipat, Sampai tujuh ratus kali lipat, sampai berapa pun yang dikehendaki ALLOH. ALLOH Berfirman: "Kecuali Puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-KU dan Aku yang akan memberikan balasannya. Ia meninggalkan kesenangan dan makanannyakarena-Ku".
Pengecualian dalam hadist itu menjelaskan tentang keistimewaan puasa dari amal ibadah lainnya. Hal itu karena puasa disandarkan langsung kepada ALLOH, yang menunjukkan kemuliaan puasa, sehingga memberikan suatu pemahaman akan besarnya pahala, sampai akal manusia tidak mampu untuk mengetahuinya.
ALLOH berfirman dalam Hadist Qudsiy:
الحسنة بعشر وأزيد والسيئة واحدة وأمحوها (أخرجه البغوي عن رجل من الصحابة).
"Satu kebaikan dibalas sepuluh dan AKU tambahi, dan satu kejelekan dibalas satu dan AKU hapus kejelekan itu".
{Kitab "Ithafu Ahli Al-Islam Bi-Khushushiyyati Al-Siyam" karya Al-Imam Ibnu Hajar Al-Haitami}
Senin, 05 Desember 2016
Inilah Balasan Orang yang Suka Mengadu Domba
Dengan kemudahan pola komunikasi di sosial media seperti saat ini, tindakan mengadu domba semakin mudah dan sering dilakukan. Berbagai isu dan fitnah bisa tersebar dengan gampang yang bertujuan agar sesama manusia saling bermusuhan.
Adu domba atau namimah merupakan sebuah perbuatan yang sangat tercela karena tujuan daripada adu domba itu ialah menyebarluaskan berita yang tidak benar (fitnah) agar antar individu atau masyarakat muslim tidak saling menyukai satu sama lain dan akhirnya terjadi pertikaian dan peperangan. Dengan kata lain, adu domba merupakan suatu perbuatan rekayasa yang sengaja dilakukan untuk merusak, memfitnah, atau menghancurkan orang lain serta merupakan pemicu terjadinya permusuhan. Hal ini sangat bertentangan dengan syari’at Islam, dimana tujuan bermasyarakat di dalam Islam ialah membangun individu dan masyarakat yang berlandaskan iman dan taqwa serta pribadi yang sholeh yang tersambung dalam jalinan cinta dan kasih sayang serta keramahan antara sesama.
Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman;
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Artinya;
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q. S. Al-Hujurat : 6).
Lantas apa balasan Allah terhadap orang-orang yang suka mengadu domba?
1. Pengadu domba tidak masuk surga
Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu anhuma berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Muslim no. 105)
Dengan kemudahan pola komunikasi di sosial media seperti saat ini, tindakan mengadu domba semakin mudah dan sering dilakukan. Berbagai isu dan fitnah bisa tersebar dengan gampang yang bertujuan agar sesama manusia saling bermusuhan.
Adu domba atau namimah merupakan sebuah perbuatan yang sangat tercela karena tujuan daripada adu domba itu ialah menyebarluaskan berita yang tidak benar (fitnah) agar antar individu atau masyarakat muslim tidak saling menyukai satu sama lain dan akhirnya terjadi pertikaian dan peperangan. Dengan kata lain, adu domba merupakan suatu perbuatan rekayasa yang sengaja dilakukan untuk merusak, memfitnah, atau menghancurkan orang lain serta merupakan pemicu terjadinya permusuhan. Hal ini sangat bertentangan dengan syari’at Islam, dimana tujuan bermasyarakat di dalam Islam ialah membangun individu dan masyarakat yang berlandaskan iman dan taqwa serta pribadi yang sholeh yang tersambung dalam jalinan cinta dan kasih sayang serta keramahan antara sesama.
Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman;
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Artinya;
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q. S. Al-Hujurat : 6).
Lantas apa balasan Allah terhadap orang-orang yang suka mengadu domba?
1. Pengadu domba tidak masuk surga
Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu anhuma berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Muslim no. 105)
Langganan:
Postingan (Atom)
Serum Pencerah Wajah Terbaik dari Pond's Indonesia
Assalamu'alaikum,, Hallo cantik,, ada yang baru nih dari pond's yaitu Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum dan Triple Glow Se...
-
DO’A INDAH IMAM SYAFI’I اَللَّهُمَّ امْنُنْ عَلَيْنَا بِصَفَاءِ الْمَعْرِفَةِ وَهَبْ لَنَا تَصْحِيْحَ الْمُعَامَلَةِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَ...
-
Teks Sholawat ‘Umariyah adalah sebagai berikut: يا صاحبي عند کل شدة و يا غياثى عند کل کربة صل علی سيدنا محمد وعلی ال سيدنا محمد واجعل لنا...