PESAN IMAM SYAFI’I
“ngabales kaawonan ku kasaean”
لَمَّا عَفَوْتُ أَوْلَمْ أَحْقِدْ عَلَى أَحَدٍ أَرَحْتُ نَفْسِى مِنْ هَمِّ الْعَدَاوَاتِ
إِنِّى أُحْيِ عَدُوِّى عِنْدَ رُؤْيَتِهِ لِأَدْفَعَ الشَّرَّ عَنِّى بِالتَّحِيَّاتِ
وَأُظْهِرُ الْبُشْرَ لِلْإِنْسَانِ اُبْغِضُهُ كَأَنَّهُ قَدْ حَشَا قَلْبِى مَوَدَّاتٍ
“Ketika aku memaafkan dan tidak menaruh dendam kepada siapapun, jiwaku terasa tenang, bebas dari kemelut permusuhan
Sungguh ketika aku menampakkan sikap hormat kepada musuhku, maka aku bisa menangkal kejahatan mereka dengan berbaik kepadanya
Aku selalu bermuka manis di hadapan orang yang tidak ku sukai, sehingga ia berbalik memandang diriku dengan rasa cinta”
……
إِذَا نَطَقَ السَّفِيْهُ وَتُجِيْبُهُ فَخَيْرٌ مِنْ إِجَابَتِهِ السُّكُوْتُ
Apabila ada orang awam mengajak diskusi dengan anda, maka sikap yang terbaik adalah diam dan tidak menanggapinya
{Kitab Diwan Imam Syafi’i}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar