SHALAT QASHAR
Shalat Qashar adalah melakukan shalat dengan meringkas atau mengurangi jumlah raka'at shalat yang bersangkutan. Shalat Qashar merupakan rukhsah (keringanan) dari Allah kepada mereka yang sedang melakukan perjalanan (safar). Adapun shalat yang dapat diqashar adalah shalat dzhuhur, ashar dan isya. Jumlah raka'at yang aslinya berjumlah 4 diringkas menjadi 2 raka'at saja.
Alloh Subhanhu wata’ala berfirman :
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُواْ مِنَ الصَّلاَةِ
“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu)” [QS.An-Nisa ayat 101]
Dalam Hadits riwayat Imam Ahmad, Muslim, Abu Daud dan Baihaqi dar Yahya bin Yazid katanya :
سَأَلْتُ أَنَسْ بِنْ مَالِكٍ عَنْ قَصْرِ الصَّلَاةِ فَقَالَ أَنَسُ: كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا خَرَجَ مَسِيْرَةَ ثَلَاثَةَ أَمْيَالٍ أَوْ فَرَاسِخَ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ
“Saya bertanya kepada Sahabat Anas bin Malik perihal qashar sholat, maka Anas berkata : Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasalam sholat dua roka’at (diqhasar) bila menempuh jarak 3 mil”
Menurut Syeikh Muhammad Jawad Mughniyah dalam kitabnya “Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-khomsah” atau Fiqih Lima Madzhab (Ja’fari, Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali) dalam Bab 27 tentang Shalat Musafir syarat-syarat Qashar diantarnya :
1. Menempuh jarak tertentu
- Pendapat Imam Hanafi, jarak yang ditempuh 107, 5 km ditambah 20 meter atau 108 km
- pendapat Imam Maliki, Syafi’i dan Hambali, jaraknya 80, 5 km ditambah 140 meter atau 81 km
2. Harus berniat menempuh jarak yang telah ditetapkan itu mulai dari berangkat
3. Tidak boleh meng-qashar sholat kecuali bila sudah meninggalkan bangunan kota (tugu batas kota)
4. Dalam perjalanan yang mubah dan tidak dalam perjalanan yang diharamkan.
- contoh perjalanan mubah, silaturahmi ke orang tua yang berada di luar kota
- contoh perjalanan haram, mau berpesta minuman keras di luar kota
5. Orang shalat qashar tidak boleh bermakmum kepada imam yang shalat biasa (tidak diqashar)
6. Hendaklah berniat qashar pada saat pelaksanaan shalatnya. Dan shalat yang diqashar adalah shalat ruba’iyah atau yang 4
roka’at, yaitu dzuhur, ashar dan isya (Syeikh Abu Syuja’)
Contoh :
نَوَيْتُ أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Niat aku Sholat fardhu Duhur dua roka’at dengan cara diringkas karena Alloh”
7. Tidak boleh berniat untuk menetap di satu tempat
- Pendapat Imam Hanafi, tidak boleh menetap selama 15 hari berturut-turut
- pendapat Imam Maliki dan Syafi’i, tidak boleh menetap selama 4 hari
Catatan :
Boleh melaksanakan sholat qashar sekaligus dengan jama’, sebagaimana dalam hadits berikut :
“Beliau shollallohu alaihi wa sallam pernah melakukan jama' sekaligus qashar pada waktu perang Tabuk” [HR. Muslim. Lihat Taudhihul Ahkam, Al-Bassam 2/308-309]
NIAT SHALAT QASHAR JAMA’ TAQDIM DZUHUR - ASHAR
Sholat Dzuhur dulu :
أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَـجْمُوْعًا اِلَيْهِ الْعَصْرُ تَقْدِيْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Aku niat shalat fardlu dzuhur dua raka’at. Diringkas dan disatukan dengan shalat ashar secara taqdim karena Alloh ta’ala
Kemudian Sholat Ashar :
أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَـجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ تَقْدِيْمًا لِلَّهِ تَعَالىَ
Aku niat shalat fardlu ashar dua raka’at. Diringkas dan ditarik ke shalat dzuhur secara taqdim karena Alloh ta’ala
NIAT SHALAT QASHAR JAMA’ TAQDIM ISYA DI WAKTU MAGHRIB
Sholat Magrib dulu secara jama’ dan tidak diqashar, karena sholat maghrib hanya tiga raka’at berarti tidak bisa diqashar.
Kemudian Sholat Isya :
أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَـجْمُوْعًا بِالْمَغْرِبِ تَقْدِيْمًا لِلَّهِ تَعَالىَ
Aku niat shalat fardlu isya dua raka’at. Diringkas dan ditarik ke shalat maghrib secara taqdim karena Alloh ta’ala
NIAT SHALAT QASHAR JAMA’ TA’KHIR ASHAR - DZUHUR
Sholat Ashar dulu :
أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا اِلَيْهِ الظُّهْرُ تَأْخِيْرًا لِلَّهِ تَعَالَى
Aku niat shalat fardlu ashar dua raka’at. Diringkas dan disatukan dengan shalat dzuhur secara ta’khir karena Alloh ta’ala
Kemudian Sholat Dzuhur :
أُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَـجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ تَأْخِيْرًا لِلَّهِ تَعَالىَ
Aku niat shalat fardlu dzuhur dua raka’at. Diringkas dan ditarik di waktu shalat ashar secara ta’khir karena Alloh ta’ala
NIAT SHALAT QASHAR JAMA’ TA’KHIR ISYA - MAGHRIB
Sholat Isya dulu :
أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَجْمُوْعًا اِلَيْهِ الْمَغْرِبِ تَأْخِيْرًا لِلَّهِ تَعَالَى
Aku niat shalat fardlu isya dua raka’at. Diringkas dan disatukan dengan shalat maghrib secara ta’khir karena Alloh ta’ala
Kemudian Sholat Maghrib secara jama’ dan tidak diqashar, karena sholat maghrib hanya tiga raka’at berarti tidak bisa diqashar.
Sumber Rujukan :
- Kitab “Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-khomsah” Fiqih Lima Madzhab karangan Syeikh Muhammad Jawad Mughniyyah
- Kitab Fiqih Sunah karangan Syeikh Sayyid Sabiq
- Kitab Fathul Qarib karangan Syeikh Abu Syuja’ Ahmad bin Husain bin Ahmad Al-Ashfihay
- Syeikh Mohdi Abdul Manaf dalam Bukunya “Do’a dan Dzikir”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar