Jumat, 02 Desember 2016

#Belajar_Tentang_Islam_di_Indonesia
#dari_Ajaran_WaliSongo

#SOKO_TATAL_SUNAN_KALIJAGA

   Ada cerita menarik di balik keberadaan soko tatal itu. Alkisah, pembangunan Masjid Demak berjalan lancar. Masing-masing wali mendapatkan tugas membawa empat tiang besar, yaitu Sunan Giri, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Purwaganda, Sunan Gunung Jati, Pangeran Palembang, dan Syekh Siti Jenar.

Hanya Sunan Kalijaga sendirilah yang membawa tiga buah tiang. Jumlah semuanya 83 tiang kurang satu. Tatkala semuanya sudah siap dan waktu mendirikan masjid tinggal satu hari, sementara saka guru kurang satu, Sunan Bonang menanyakan kepada Sunan Kalijaga akan tugasnya menyiapkan tiang saka guru itu. Sunan Kalijaga menyanggupinya. Malam-malam sambil menunggui orang mengapak kulit bagian luar, Sunan Kalijaga menyusun dan melekatkan bagian-bagian potongan kayu dengan lem damar, kemenyan, dan blendok, lantas dibalut. Jadilah sebuah tiang dari tatal.

Tiang ini konon menjadi lambang kerukunan dan kesatuan umat Islam. Menurut cerita, sewaktu pendirian Masjid Agung Demak, masyarakat Islam ditimpa perpecahan antargolongan. Kemudian, Sunan Kalijaga mendapatkan ilham dari Allah untuk menyusun tatal-tatal menjadi sebuah tiang yang kokoh.

Soko berasal dari bahasa Jawa yang berarti tiang. Sedangkan tatal adalah potongan-potongan kecil dari kayu. Dinamakan soko tatal karena memang tiang itu tersusun dari potongan-potongan kayu kecil hingga berbentuk sebuah tiang utuh berdiameter 70 cm.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Serum Pencerah Wajah Terbaik dari Pond's Indonesia

Assalamu'alaikum,, Hallo cantik,, ada yang baru nih dari pond's yaitu Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum dan Triple Glow Se...